JAKARTA, balipuspanews.com – Dalam rangka memperingati Pekan Surat Menyurat Internasional yang berlangsung setiap bulan Oktober dan World Post Day sebagai puncaknya yang jatuh pada 9 Oktober, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Perkumpulan Filateli Indonesia (PFI) dan PT POS Indonesia menggelar Lomba Menulis Surat Tingkat Nasional Tahun 2025.
Lomba Menulis Surat Tingkat Nasional Tahun 2025 diselenggarakan untuk merawat budaya menulis surat sebagai bagian dari peradaban, sekaligus mendorong generasi muda agar terbiasa menyalurkan pikiran, perasaan, dan harapannya secara tertulis melalui media surat. Tahun ini, lomba mengusung tema “Surat untuk Pahlawanku’.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mengatakan Kemenbud mendorong peningkatan literasi dan edukasi budaya di kalangan generasi Z dan generasi Alpha.
Peserta lomba terbuka bagi pelajar tingkat SLTP/sederajat, SLTA/sederajat, serta mahasiswa strata 1 yang akan berlangsung pada 3 Oktober – 3 November 2025.
Pemenang lomba direncanakan akan diumumkan pada 15 November 2025. Sebagai salah satu persyaratan lomba adalah karya surat ditulis tangan/handwnting menggunakan pena bertinta hitam/biru pada selembar kertas putih, berbahasa Indonesia, dan merupakan karya asli yang belum pernah dipublikasikan.
Karya surat dikirim mengggunakan pos dengan memanfaatkan prangko yang cukup dan masih berlaku. “Kementerian Kebudayaan memandang penting untuk memelihara bahkan mengembangkan kegiatan surat-menyurat ini, terutama dalam rangka memajukan literasi Indonesia,” kata Menbud Fadli Zon, di Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, Jumat (3/10).
Menbud berharap melalui kegiatan ini, tradisi menulis surat tetap hidup di tengah perkembangan teknologi digital, serta menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan penuh makna kepada para pahlawan bangsa.
Menbud mengungkapkan, kartu pos dan benda-benda filateli, merupakan bagian dari material kultur yang pada beberapa waktu mendatang akan semakin menghargai sesuatu yang terlihat bentuk fisiknya. Perangko dan kartu pos dapat dijadikan sebagai jembatan diplomasi yang dapat menghubungkan berbagai bangsa.
Penulis/editor: Ivan Iskandaria.



