Rabu, Oktober 28, 2020
Beranda Bali Denpasar Miliki Ratusan Jenis Anggrek, Duta Orchid Garden Hadirkan Nuansa Bedugul di Kota...

Miliki Ratusan Jenis Anggrek, Duta Orchid Garden Hadirkan Nuansa Bedugul di Kota Denpasar

DENPASAR, balipuspanews.com – Sejak dimulainya adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau yang lebih dikenal dengan sebutan new normal pada 9 Juli 2020 kemarin, satu per satu tempat wisata di Bali, Denpasar khususnya, mulai dibuka dan didatangi warga.

Salah satunya yakni tempat wisata Duta Orchid Garden yang kembali beroperasi pada akhir Juli kemarin.

Menghadirkan nuansa taman anggrek seperti layaknya di Kebun Raya Eka Karya, Bedugul, warga Denpasar tak perlu lagi jauh-jauh pergi ke tempat wisata Bali Tengah itu.

Menemukan taman ini juga tidak sulit. Duta Orchid Garden terletak di Jalan Bypass Ngurah Rai Nomor 21x, Tohpati, Denpasar, persisnya di sebelah selatan Desa Budaya Kertalangu.

Di taman ini pengunjung disuguhkan berbagai macam jenis tanaman anggrek, mulai dari anggrek vandopsis, cattleya, dendrobium, hingga anggrek bulan. Keseluruhannya ditempatkan secara berkelompok serta sengaja ditata begitu apik sebagaimana habitat aslinya.

Seperti misalnya anggrek bulan yang diletakkan pada sebuah green house. Spot ini menjadi spot utama para pengunjung untuk melakukan swafoto. Serta spot lainnya yang tak kalah menarik mata.

Di taman penuh anggrek ini, terdapat tiga green house yang menjadi favorit wisatawan saat berkunjung, yakni Dendrobium, Phalaenopsis dan Mini Forest.

Anggrek jenis Dendrobium adalah salah satu marga anggrek epifit yang biasa digunakan sebagai tanaman hias ruang atau taman. Bunganya bervariasi dengan ciri khas kelopak yang relatif tebal dan berwarna cerah.

Sementara Phalaenopsis adalah spesies anggrek asli Indonesia. Bentuknya mirip dengan kupu-kupu. Anggrek ini juga merupakan anggrek epifit yang hidup menempel pada batang kayu atau dahan.

Sementara pada mini forest lebih menunjukkan replika hutan dengan banyak tanaman-tanaman langka. Terdapat juga beberapa spesies anggrek hutan yang ditempatkan pada green house ini. Suasananya pun sejuk dan lembab bak berada di hutan hujan.

Di mini forest tersebut, bebatuan dengan lumut-lumut hijau disusun dan digunakan sebagai media tumbuh anggrek.

Jika berkunjung ke taman dengan luas 1 hektar ini, ikutilah jalur track yang sudah disediakan. Pihak taman membebaskan pengunjung untuk melihat serta memasuki spot-spot yang ada di taman tersebut. Namun jangan sesekali mencoba untuk menyentuh anggrek-anggrek yang terpajang, sebab hal itu dapat menyebabkan bunga cepat rontok bahkan patah.

Owner Duta Orchid Garden, Ni Wayan Srilaba menyebutkan, ada ratusan jenis anggrek yang menjadi koleksi dari taman ini. Anggrek-anggrek tersebut ia dapatkan dari berbagai daerah yang sebelumnya ia kembangkan dan rawat di kebunnya di Karangasem dan Plaga.

“Untuk jenis anggrek disini banyak sekali. Jumlahnya masih di data. Ada anggrek hutan, spesies, dan yang langka pun di sini juga ada. Kami kelompokkan dulu. Seperti anggrek larat, anggrek bulan, anggrek hitam dan masih banyak lagi,” kata Srilaba, saat diwawancarai langsung di lokasi, Jumat (21/8/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, Duta Orchid Garden mulai beroperasi pada Agustus 2019 lalu dan menjadi salah satu tempat edukasi serta tempat berwisata yang menyenangkan di Kota Denpasar.

Namun, beberapa bulan kemudian pandemi Covid-19 merebak di Bali dan akhirnya pihak mereka terpaksa harus menutup sementara taman ini mengikuti anjuran pemerintah.

“Kami baru dari Agustus 2019. Sempat sudah jalan, banyak tamu yang datang. Kemudian karena pandemi kami tutup dulu selama 6 bulan kurang lebih. Tutupnya dari Januari, awal-awal isu pandemi,” terangnya.

Selain menyediakan anggrek-anggrek cantik dan unik di taman tersebut, Srilaba juga menyediakan jasa dekorasi serta penjualan anggrek. Ia pun kerap melayani pemesanan dari bandara, hotel-hotel dan perkantoran hingga lingkup rumah tangga atau pribadi.

“Sebelumnya kami juga melayani penjualan anggrek untuk hotel, bandara maupun pribadi di Jalan Hang Tuah,” ujarnya.

Sementara untuk penjualan anggrek, Srilaba mematok tarif mulai Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta.

“Kalau anggrek itu tidak bisa disamakan harganya. Tergantung spesies dan bunganya. Disamping itu juga dari waktu pemeliharaannya. Kalau dirawat bertahun-tahun harganya bisa mahal juga,” imbuhnya.

Srilaba pun membeberkan inisiatifnya untuk membuka taman anggrek di kawasan Kota Denpasar.

“Inisiatif membuat yang besar seperti ini karena saya ingin di tengah kota Denpasar ini ada taman anggrek. Karena anggrek juga ada yang hidupnya di tempat yang tropis,” ungkapnya.

Selain tanaman, pihaknya juga sengaja memelihara luwak dalam sebuah kandang. Bukan tanpa alasan, luwak tersebut digunakan sebagai sarana edukasi kepada pengunjung terkait kopi luwak.

“Ada luwak disini karena di menu kami ada kopi luwak. Jadi sekalian kami berikan edukasi ke pengunjung yang ingin tahu,” terangnya.

Kendati belum dilakukan grand opening, tempat ini sudah ramai dikunjungi. Dibuka mulai pukul 08.00 sampai 18.00 Wita, biasanya pengunjung akan datang pada sore hari.

“Grand opening saat 27 September ini. Kunjungan per hari bisa mencapai 100 orang,” sebutnya.

Bagi pengunjung yang datang akan dikenakan biaya tiket. Adapun untuk harga satu tiketnya, teruntuk wisatawan lokal berKTP Bali di banderol Rp 50 ribu, wisatawan lokal berKTP luar Bali Rp 60 ribu dan wisatawan asing Rp 150 ribu.

Untuk anak-anak dikenakan tiket masuk setengah dari harga tiket orang dewasa di masing-masing kategori.

Selain memajang ratusan jenis anggrek, Duta Orchid Garden juga memiliki kebun buahnya sendiri. Untuk kebun buahnya inipun menanam berbagai macam pohon buah, seperti pohon mangga, jambu, kelengkeng, dan sebagainya.

Penulis : Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Mobil Terguling di Renon, Tidak Ada Korban Jiwa

DENPASAR, balipuspanews.com-Mobil Honda HRV terguling di Jalan Cok Agung Tresna Renon, Denpasar, pada Senin (26/10/2020) sore. Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa...

Kasus Pencurian Burung Tersangka Kampret Masuk Lapas, Polisi Tangkap Rekannya Wewek

DENPASAR, balipuspanews.com - Kadek Yasa alias Kampret,21, sudah menjalani vonis terkait kasus pencurian burung murai di Jalan Imam Bonjol, Gang Gunung Saba,  Desa Pemecutan...
Member of