KARANGASEM, balipuspanews.com – Potret memprihatinkan terjadi pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Karangasem. Dua sekolah dasar negeri, yakni SDN 6 Bhuana Giri dan SDN 3 Wismakerta, hingga kini belum memperoleh satu pun siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, I Made Adriana Putra, mengatakan pihaknya masih menunggu berakhirnya proses pendaftaran ulang sebelum memastikan data final jumlah peserta didik baru di seluruh sekolah.
“Data pastinya nanti setelah tanggal 11 Juli, setelah selesai proses pendaftaran ulang,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Menurut Adriana, minimnya siswa di kedua sekolah tersebut dipengaruhi letaknya yang berdekatan dengan sekolah lain yang dinilai lebih strategis. Selain itu, jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut juga sangat sedikit, bahkan di beberapa daerah tidak ada calon siswa baru tahun ini.
“Nanti kami petakan dulu kondisinya, setelah itu baru dibahas langkah yang akan diambil ke depannya,” katanya.
Kondisi paling memprihatinkan dialami SDN 6 Bhuana Giri. Kepala sekolah, I Made Suartika, mengungkapkan tahun ini menjadi kali kedua secara berturut-turut sekolahnya tidak mendapatkan siswa baru.
“Tahun lalu juga tidak dapat siswa, tahun ini kemungkinan juga tidak dapat,” ungkapnya.
Suartika mengatakan pihak sekolah telah berkoordinasi dengan perangkat wilayah setempat dan dipastikan memang tidak ada anak usia masuk SD di lingkungan sekitar. Di sisi lain, keberadaan dua sekolah lain yang lokasinya lebih strategis membuat calon siswa memilih bersekolah di tempat lain.
Akibatnya, saat ini SDN 6 Bhuana Giri hanya memiliki empat siswa aktif, terdiri dari dua siswa kelas III dan dua siswa kelas VI. Sementara kelas I, II, IV, dan V tidak memiliki siswa sama sekali.
“Semoga tahun depan bisa kembali mendapatkan siswa,” harapnya.
Sementara itu, Kepala SDN 3 Wismakerta, I Wayan Agustina, mengatakan tahun ini menjadi kali pertama sekolah yang dipimpinnya tidak memperoleh siswa baru. Berbeda dengan SDN 6 Bhuana Giri, pada tahun-tahun sebelumnya sekolah tersebut selalu menerima peserta didik baru.
“Ini baru pertama kali tidak dapat siswa, tahun-tahun sebelumnya selalu dapat siswa,” katanya.
Meski tidak menerima siswa baru, SDN 3 Wismakerta masih memiliki 33 siswa yang tersebar di kelas II hingga kelas VI. Agustina menilai kondisi itu juga dipengaruhi keberadaan sekolah lain yang lokasinya berdekatan dan lebih mudah dijangkau masyarakat.
Disdikpora Karangasem memastikan akan melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik sebagai dasar dalam menentukan langkah dan kebijakan selanjutnya.
Penulis: Gede Suartawan
Editor: Oka Suryawan



