Semarapura,balipuspanews.com- Jelang akhir tahun anggaran 2018, saat libur akhir pekan, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan monitoring sejumlah proyek fisik pemerintah yang ada di Klungkung Daratan Sabtu, (22/12/2018). Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengetahui seberapa jauh perkembangan proyek serta untuk menentukan langkah selanjutnya di tahun 2019.
Saat meninjau lokasi pertama yakni Lapangan Puputan Klungkung, betapa geramnya Bupati Suwirta saat mendapati sejumlah lampu hias yang baru terpasang, sambungan kabelnya diputus serta beberapa lampu hias bahkan juga hilang dari pohon yang dipasang. Atas kondisi ini Bupati Suwirta yang didampingi Sekda Gede Putu Winastra dan sejumlah Kepalah OPD terkait langsung mengintrogasi petugas Satpol PP dan sejumlah petugas kebersihan yang bertugas dilapangan puputan.
“Lampu yang baru beberapa hari kita beli urunan antara Bupati dan para kepala OPD dan sudah terpasang rapi tapi sekarang kondisinya rusak seperti ini, kondisi seperti itu tidak mungkin rusak akibat ketidak sengajaan, pasti ini ulah orang orang usil,” ujar Bupati Suwirta dengan nada marah.
Salah seorang petugas dari Dinas Kebudayaan dan Pemuda dan Olah Raga, mengatakan dirinya juga baru tahu kondisi sejumlah lampu hias tersebut rusak dan terputus. Padahal menurutnya saat acara Pesta Rakyat yang digelar pada Kamis 22/12 lalu lampu lampu tersebut masih menyala.
Petugas SatpolPP yang diintrogasi Bupati Suwirta pun juga mengatakan hal yang sama,dan tidak melihat kejadian perusakan lampu hias tersebut. Atas pengakuan tersebut Bupati Suwirta pun mewanti wanti para petugas jaga supaya selalu siaga dan tidak lengah. Petugas harus rajin berpatroli dengan menyebar diri dan tidak berkumpul.
Atas kondisi tersebut Bupati Suwirta langsung perintahkan staf Budpora I Gusti Ngurah Arimbawa untuk kembali menyambungkan kabel lampu yang masih tersisa sehingga bisa menyala lagi pada malam hari. Selain mendapati sejumlah lampu yang dirusak, sejumlah titik pada jalur jogging sudah mulai rusak dan berlubang. Menurutnya kerusakan tersebut mestinya langsung mendapatkan perbaikan mengingat masih dalam tahap perawatan. Namun Bupati Suwirta menduga para rekanan sengaja mengulur waktu hingga akhir masa perawatan setelah itu baru dilakukan perbaikan.
Kedepan untuk lebih aman, Bupati Suwirta berencana akan menambah kamera pengawas CCTV serta memasang pagar pembatas disekeliling lapangan puputan dengan hanya beberapa pintu masuk saja.
Dilokasi lainnya yakni di proyek pembangunan gedung sekolah SMP1 Banjarangkan, Bupati Suwirta kembali merasa kecewa. Dirinya mendapati pengerjaan proyek berjalan lambat dan baru hanya berjalan 20 persen saja. Sehingga gedung tidak bisa digunakan pada tahun 2019. Selain itu tembok penyengker sekolah yang yang telah selesai pengerjaannya ternyata dibangun dengan megah dimana tembok dihiasi dengan batu alam bagaikan tembok pura. Padahal menurutnya dengan dana besar tersebut bisa digunakan untuk melengkapi kebutuhan sekolah lainnya yang lebih penting, seperti meja kursi, buku serta penataan kebun.
“ Saya merasa kecewa sekali, tembok penyengker dibuat semegah ini, ini sudah pasti mengahbiskan dana yang besar, jangan baru dana berasal dari DAK, tapi digunakan untuk hal hal yang kurang bermanfaat seperti ini, kepada dinas Pendidikan saya himbau untuk selalu berkonsultasi sehingga hal hal semacam ini tidak terulang kembali,” ujar Bupati Suwirta dengan nada kesal.
Dilokasi Proyek pembangunan Blok A, Pasar Seni Semarapura, Bupati Suwirta perintahkan penambahan kamera pengawas CCTV dan sound system beberapa titik, penambahan krey pada bagian atap kaca sehingga panas sinar matahari tidak langsung kedalam. Proyek yang mestinya telah selesai 100% namun baru berjalan 93 %. Bupati Suwirta berharap gedung diserahkan dalam keadaan bersih dan bisa digunakan pada April 2019 saat Festival Semarapura.
Proyek lainnya yang dikunjungi Rombongan Bupati Suwirta diantaranya RSUD Klungkung dengan pembangunan padmasana, gedung farmasi dan Gedung IBS. Pustu Getakan, jembatan Desa Nyalian. Ke lima proyek tersebut sudah selesai tepat waktu, namun masih ada beberapa bagian yang mesti mendapat perbaikan ringan. (Roni)



