Label Single
Label Single "Percuma"
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com– Solois asal Jembrana, Mr. Rayen kembali membuktikan produktivitasnya dalam bermusik. Hanya berselang sebulan sejak peluncuran “Sky and Love”, awal Agustus ia pilih sebagai momen melepas single berjudul “Percuma” merupakan lagu yang pertama berbahasa Indonesia

Single berbahasa Indonesia ini menjadi lagu ke-10 sepanjang kariernya di dunia musik professional dan telah diunggah ke akun YouTube miliknya. Rilis lagu secara resmi dilakukan Senin (5/8).

Seperti judulnya, “Percuma” yang ia ciptakan sendiri ini menuturkan penghianatan seorang kekasih terhadap kekasihnya. Penghianatan itu sejatinya diketahui, namun si korban berupaya mempertahankan hubungannya.

“Lagu ini menceritakan tentang sebuah hubungan percintaan yang dihianati, dimana lelaki tersebut sebenarnya sudah tahu kondisi itu, tapi si lelaki ini berusaha untuk tegar dan sabar menjalaninya, sambil menunggu waktu yang tepat untuk mengambil keputusan,” katanya di Denpasar, Rabu (7/8).

Dibandingkan lagu-lagu sebelumnya, single “Percuma” diakui sebagai lagu berbahasa Indonesia pertama yang dikemas dengan nuansa “galau”. Kisah yang disuguhkan juga tak berhenti di satu lagu, melainkan akan bersambung di lagu yang dijadwal akan dirilis bulan depan.

“Pada video klip saya juga beradu acting langsung dengan istri, Ana Dwipayanti alias Miss Ana. Karena acting bersama istri langsung, tentu feel-nya berbeda sekali,” ucapnya.

Sama dengan video klip lagu lainnya, video klip “Percuma” masih digarap Nova Adikusuma, sedangkan sebagai arranger adalah Abel Dipayana. Penggarapan video klip dilakukan di Denpasar.

“Saya berupaya bisa konsisten berkarya dan men-share ke masyarakat. Sebagai musisi, tentu kita berharap lagu kita dapat diterima masyarakat luas, dan diharapkan turut didukung dengan cara mensubscribe channel Mr. Rayen Official. Dukungan ini akan terus memacu kita untuk berkarya,” jelasnya.

Sebelum “Percuma” adapun lagu yang sudah dirilis meliputi “Jaman Mewah”, “Piteket”, “Demi Iluh”, “Jokowi Lagi”, “Gara-gara Hoax”, “Cang Jak Ci”, “Sirik”, “Gek Ayu Sayang”, “Sky and Love”, “Percuma”. “Saya berupaya menampilkan karya-karya baru yang berkarakter berbeda, entah bahasanya, entah gaya musiknya. Jadi, mana yang menurut saya menginspirasi dan enak, saya ambil. Saya tidak kaku soal gaya bermusik dan penggunaan bahasa,” ucapnya. (bud/bpn/tim).