Mudik Lebaran Berdekatan dengan Nyepi, Pemerintah Lakukan Penyesuaian Arus Mudik di Pelabuhan

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) bersama Kementerian PUPR dan Kepolisian terkait pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran.

Beberapa kebijakan yang diterapkan antara lain pembatasan operasional angkutan barang tertentu, khususnya yang membawa hasil tambang dan material bangunan, selama masa mudik. Kebijakan tersebut tidak berlaku untuk kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok.

“Penyesuaian juga dilakukan terkait perayaan Nyepi di Bali,” ucap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan dalam acara Dialektika Demokrasi bertema “Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman” di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Hari Raya Nyepi jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026, sementara cuti bersama Nyepi ditetapkan pemerintah pada Rabu, 18 Maret 2026.

Aan menjelaskan selain pengaturan di sejumlah ruas jalan, baik jalan tol maupun non tol. Pengaturan juga dilakukan di pelabuhan penyeberangan.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran 2026/1447 H, layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akan mengalami penyesuaian operasional. Penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk akan ditutup selama tiga hari pada masa mudik Lebaran dan Nyepi 2026.

Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akan tutup pada tanggal 18, 19, dan 20 Maret 2026. Tidak ada penyeberangan selama tiga hari. Di Ketapang, operasional dihentikan mulai Rabu (18/3/2026) pukul 17.00 WIB hingga Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WIB. Kemudian di Gilimanuk, penutupan berlaku pada 19 Maret pukul 05.00 Wita sampai 20 Maret pukul 06.00 Wita.

BACA :  Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam, Ketua DPR Ingatkan Prioritas Pencarian dan Penyelamatan Korban

“Sejumlah pelabuhan akan ditutup sementara, pelabuhan alternatif seperti Pelabuhan Jangkar di Situbondo dan Pelabuhan Banyuwangi disiapkan untuk mendukung distribusi logistik menuju Nusa Tenggara Barat,” terang Aan.

Aan menegaskan seluruh kebijakan tersebut bertujuan memastikan perjalanan mudik tahun ini dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

“Sinergi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar mudik 2026 dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat pulang kampung dengan aman,” kata Aan.

143,9 Pemudik

Pemerintah juga memprediksi sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan tersebut, Kementerian Perhubungan menyiapkan berbagai strategi pengaturan transportasi, stimulus ekonomi, hingga program mudik gratis guna memastikan arus mudik dan balik berlangsung aman serta lancar.

Prediksi tersebut merupakan hasil survei pergerakan masyarakat yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah tersebut setara dengan lebih dari 50 persen populasi Indonesia.

“Walaupun prediksi tahun ini turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kita tetap harus waspada karena realisasi pergerakan pada Lebaran 2025 mencapai 154 juta orang, lebih tinggi dari prediksi,” imbuh Aan.

BACA :  Bupati Badung Tegaskan Program Pembangunan Desa Harus Selaras dengan Kebijakan Kabupaten

Berdasarkan hasil survei, wilayah asal pemudik terbesar diperkirakan berasal dari Jawa Barat dengan persentase sekitar 21 persen. Di kawasan Jabodetabek, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah pemudik terbesar, mencapai 22,6 persen dari total pergerakan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Jawa Tengah menjadi tujuan utama pemudik dengan jumlah sekitar 10,3 juta orang.

Dari sisi moda transportasi, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat. Diperkirakan sekitar 24,9 juta orang akan menggunakan sepeda motor untuk mudik.

Adapun pengguna mobil pribadi sebagian besar memilih jalur tol, dengan persentase mencapai 66 persen. Sedangkan pengendara sepeda motor diperkirakan memanfaatkan jalur utama maupun jalur alternatif.

Kementerian Perhubungan juga memetakan sejumlah simpul transportasi yang berpotensi mengalami kepadatan.

Untuk moda kereta api, Stasiun Pasar Senen diprediksi menjadi titik keberangkatan utama dengan tujuan favorit menuju Yogyakarta. Sementara di sektor penerbangan, Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan tetap menjadi pusat pergerakan penumpang terbesar.

Pada moda laut, Pelabuhan Tanjung Priok menjadi titik keberangkatan utama dengan tujuan Surabaya melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Sedangkan Pelabuhan Merak tetap menjadi jalur utama penyeberangan menuju Bakauheni, Lampung.

BACA :  Pasar Mentigi Nusa Penida Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung pada 2027

Puncak Mudik Diprediksi 18 Maret

Pemerintah menetapkan kalender Angkutan Lebaran 2026 berlangsung selama 18 hari. Berdasarkan perhitungan Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, sedangkan arus balik diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026.

Aan mengatakan kebijakan fleksibilitas waktu perjalanan diharapkan dapat mendistribusikan arus pemudik agar tidak menumpuk pada hari-hari tertentu.

“Kami berharap pengaturan ini dapat membantu mendistribusikan pergerakan masyarakat sehingga tidak terjadi kepadatan pada tanggal-tanggal puncak,” ujarnya.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus ekonomi di sektor transportasi untuk membantu masyarakat.

Beberapa kebijakan yang disiapkan antara lain diskon tarif penyeberangan sebesar 21,3 persen di 14 pelabuhan, diskon sekitar 30 persen untuk tiket kereta api dan transportasi laut, serta potongan tarif tol sekitar 17–18 persen.

Pemerintah juga menyiapkan program mudik gratis, termasuk penyediaan 41 bus yang dapat mengangkut sekitar 15.000 penumpang. Program tersebut juga mencakup layanan pengangkutan sepeda motor ke 34 kota tujuan di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Selain itu, PT Kereta Api Indonesia juga menyediakan layanan angkut sepeda motor bagi pemudik yang menggunakan kereta api.

Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular