Musisi Dewa Budjana Kenang Gusti Kompiang Raka dalam Memajukan Kesenian Bali di Jakarta dan Dunia

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Maestro seni musik tradisional gamelan Bali dan tari Bali, I Gusti Kompiang Raka meninggal dunia di Rumah Sakit Husada, Jakarta, pada 19 Februari 2026.

Pengabenan jenazah musisi tradisional Bali yang banyak melakukan kolaborasi dengan musisi dari berbagai genre baik nasional dan internasional itu dilakukan di Krematorium Aggie Tjetje, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026).

Musisi I Dewa Gede Budjana didampingi isterinya, Putu Borawati menyempatkan hadir mengikuti prosesi pengabenan Gusti Kompiang Raka.

“Mengingat nama Gusti Kompiang Raka pasti nggak asing buat para seniman, terutama di Jakarta,” ujar Dewa Budjana dalam akun YouTube Alam Dewata yang diunggah, Selasa (24/2/2026).

Menurut gitaris grup band Gigi ini, bicara seniman tradisional gamelan Bali yang memiliki karakter bermusik sangat kuat baik tradisi yang pakem sampai yang modern, banyak sekali di Bali.

“Tapi kalau di luar Bali, nggak bisa lepas dari nama Gusti Kompiang Raka karena memang beliau yang memulainya di Jakarta,” ungkap Dewa Budjana.

Kiprah Gusti Kompiang Raka melalu Lembaga Kesenian Bali (LKB) Saraswati, menurut Budjana telah dirintis mendiang Kompiang Raka sejak tahun 1960-an sampai sekarang.

BACA :  Diduga Mau Melukat, Perempuan asal Sukawati Ditemukan MD di Pantai Purnama Gianyar

Dewa Budjana mengaku sering berkolaborasi dengan mendiang Kompiang Raka menciptakan warna musik baru dengan mengkombinasi musik gamelan Bali yang didalami Kompiang Raka dengan musik kontemporer yang digelutinya.

“Yang paling saya ingat, waktu buat album dharma pertama, itu tahun ’97. Saya diundang bersama Gusti Kompiang Raka dan di luar itu (acara keagamaan), juga dengan Gigi di acara-acara televisi. Yang jelas beliau itu figur sangat humble, buat kami-kami yang juniornya menjadi panutan,” ucap Dewa Budjana.

Iapun berpesan kepada para seniman muda Bali yang menggeluti kesenian tradisional Bali untuk mengikuti jejak, kiprah dan semangat mendiang Gusti Kompiang Raka.

“Kalau melihat regenerasi pasti ada. Karena sudah berjalan. Sudah lama. Sekarang pasti sudah ada yang melanjutkan. Pesan saya untuk alumni LKB Sarwaswati selalu kenang beliau. Untuk seniman muda sekarang mudah-mudahan dapat mengasah terus kesenian tradisional Bali etnah yang pakem, maupun yang modern,” pungkas Dewa Budjana.

Untuk diketahui, Gusti Kompiang Raka lahir dari keluarga seniman. Sejak kecil ia sudah tertarik dan menggeluti seni tari dan gamelan Bali.

BACA :  Mazda Hadir di BCA Expo Bali 2026, Tawarkan SUV hingga Mobil Listrik

Pada tahun 1967, Gusti Kompiang Raka hijrah ke Jakarta dan mulai aktif dalam kegiatan kesenian Bali. Kemudian sekolah tari Bali Saraswati yang kemudian dikenal dengan LKB Saraswati dan memiliki cabang di beberapa kota di Indonesia.

Gusti Kompiang Raka telah memberi pengaruh kuat dalam memajukan kesenian tradisional Bali melalui berbagai karya kolaborasi monumental. Hingga ia dijuluki sebagai Bapak Kolaborasi Indonesia, karena memberi pengaruh luas baik dalam negeri maupun di luar negeri. Menjadikan musik tradisional Bali diterima oleh berbagai kalangan.

Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular