NEGARA, balipuspanews.com – Setelah melakukan penyelidikan atas laporan dugaan sodomi anak dibawah umur, polisi akhirnya menangkap pelakunya. Kini pelaku sodomi yang terjadi di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, Negara, itu ditahan di Polres Jembrana.
Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yigie Pramagita, Senin (22/3/2021) menyampaikan, pelaku yang berinisial Y,21, asal Desa Ketapang, Kepatang, Bandung memang bersama kakaknya yang menjadi pengasuh Ponpes.
Pelaku dan korban berinisial FF,11, emang sudah kenal karena berasal dari satu kampung dan pelaku sudah terbiasa datang ke Ponpes bersama korban untuk bermain.
Lalu pada Selasa (16/3/2021) malam, Y keluar untuk beli makanan sekira pukul 22.00 WITA, setelah mampir ke warung untuk mencari WiFi, tidak lama kemudian Y menuju Ponpes dan langsung ke Mushola dan melihat korban tidur pulas bersama temannya.
“Melihat korban tertidur pulas, muncul nafsu bejat pelaku untuk mensodomi anak tersebut,” ujarnya.
Agar aksinya aman, Y kemudian menggendong korban menuju ruangan sebelah Mushola. Setelah menidurkan korban lalu untuk melancarkam aksinya Y mencari pisau untuk menyobek celana korban.
Setelah menemukan silet di almari Y lalu mengambil shampoo di kamar mandi. Celana korban kemudian dilubangi di bagian pantatnya, lalu Y mengoleskan shampoo di lubang anus korban dan juga kemaluannya.
Selanjutnya Y berusaha memasukan kemaluannya dilubang anus korban. Tetapi karena takut korban bangun, akhirnya Y hanya menggosok-gosokan kemaluannya di lubang anus korban. Tidak lama kemudian, Y menghentikan aksinya lalu melakukan onani hingga spermanya keluar.
“Korban lalu bangun dan kaget karena celananya robek. Sehingga korban melaporkan kejadian tersebut ke Ketua Yayasan dan langsung dilaporkan ke Polres Jembrana,” jelasnya.
Akibat perbuatannya Y dijerat pasal 82 UU No. 17 tahun 2016 dan UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara.
Sementara itu Y mengaku melakukan pencabulan baru pertama kali. Dia juga mengaku pernah dicabuli saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Sejak saat itulah Yasin merasa suka dengan anak-anak.
Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan



