Selamatkan Lontar Dengan Konservasi

- Advertisement -
- Advertisement -

NEGARA, balipuspanews.com – Guna menyelamatkan lontar Bali khususnya di Kabupaten Jembrana yang merupakan aset budaya leluhur Bali itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkab Jembrana mengadakan Konservasi Lontar.

Namun, kondisi lontar ada beberapa yang sudah rusak, sehingga memerlukan perawatan atau dikonservasi.

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna yang hadir pada Konservasi Lontar bertempat di Puri Rai Jembrana, Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, Senin (22/3/2021), bersama Asisten 2 Setda I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ida Ayu Made Dharma Yanti Putra, serta Plt Camat Jembrana I Wayan Putra Mahardika, mengatakan bahwa Lontar adalah sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan yang harus dilestarikan melalui konservasi, indentifikasi dan digitalisasi.

“Melalui program konservasi, indentifikasi dan digitalisasi kelestarian Lontar itu harus dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar mengerti cara merawat dan membersihkan Lontar dengan baik,” ujarnya.

Patriana Krisna juga berharap nantinya lontar-lontar yang ada perlu dilakukan penyelamatan warisan leluhur supaya tidak rusak disalin dengan cara digitalisasi melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Perlu dilakukan penyelamatan warisan leluhur supaya tidak rusak. Lontar-lontar yang asli itu juga perlu digitalisasikan.

BACA :  Bupati Badung Apresiasi Pandangan Fraksi DPRD soal Perubahan APBD 2026

“Saya harapkan kepada masyarakat yang masih memiliki lontar agar pemerintah daerah melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk melakukan digitalisasi supaya kedepannya anak cucu dapat mempelajari serta mengetahui lebih dalam pada lontar-lontar tersebut,” harapnya.

Koordinator Penyuluh Jembrana I Putu Wahyu Wirayuda menjelaskan, menurutnya bahwa lontar itu masih sangat banyak berada di pemilik atau keturunan pembuat lontar warga Jembrana.

Dimana masih tersimpan, namun, perlu dilakukan konservasi untuk menghindarkan dari kerusakan dan juga dilakukan perawatan untuk menjaga kearifan budaya Bali.

“Program ini untuk melestarikan naskah kuno atau lontar yang ada di Jembrana, sehingga dapat berguna bagi generasi muda Jembrana kedepannya,” ujarnya.

Putu Wahyu Wirayuda berharap kepada pemerintah daerah supaya kedepannya meningkatkan penganggaran untuk pembelian alat-alat digitalisasi dan serta pencanangan pembangunan museum.

“Harapan kami besar ialah bagaimana nantinya museum banten dan lontar yang akan dicanangkan Pemerintah Kabupaten Jembrana ini sukses dan berhasil dalam rangka penyelamatan lontar dan sebagai pusat edukasi masyarakat tentang penyelamatan dan bagaimana cara menulis lontar serta membaca,” ungkapnya.

BACA :  Terserempet Bus, Pengendara Yamaha FI Meregang Nyawa

Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular