19/09/2020, 8:24 AM
Beranda Bali Buleleng Pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni Roboh, Diduga Sengaja Dirusak Oknum Usil

Pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni Roboh, Diduga Sengaja Dirusak Oknum Usil

SAWAN, balipuspanews.com — Masyarakat desa Kerobokan dikejutkan oleh robohnya Pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni di Pura Kayu Dwi terletak di pesisir barat Pantai Kerobokan, Desa Kerobokan Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Tak pelak, robohnya pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni itupun memunculkan sejumlah dugaan dari masyarakat setempat.

 

 

Peristiwa robohnya pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni berada di dalam areal Pura Kayu Dwi diketahui pertama kali oleh salah seorang pedagang bernama Ni Made Sulastri (55), pada Jumat (29/11) sekitar pukul 06.30 WITA.

 

Sulastri menceritakan, sebelum mulai berjualan di warung yang berjarak hanya sekitar 10 meter dari areal Pura, ia seperti biasa melakukan persembahyangan terlebih dahulu dengan menghaturkan kopi dan makanan di Pura Kayu Duwi.

 

Pedagang yang berjualan lebih dari 20 tahun itu, sontak terkejut lantaran melihat pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni roboh ke arah barat. Tak hanya roboh, pelinggih yang disucikan terlihat dalam kondisi rusak.

 

“Kaki langsung gemetaran saat melihat Pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni itu roboh ke arah barat dengan kondisi rusak, leher pelinggih terlihat patah. Kalau posisi pelinggih semula ada di tengah-tengah, wajah pelinggih menghadap ke arah laut. Posisi robohnya itu terkesan janggal, seperti sengaja dicabut,” ungkap Sulastri saat ditemui di Pantai Kerobokan, Sabtu (30/11) siang.

 

Nah, melihat kejanggalan tersebut, Sulastri pun lantas melaporkan temuan itu kepada Jero Mangku Suma Wijaya selaku Kelian Adat Kerobokan.

 

Sebelum kejadian, Sulastri pun mengaku jika pelinggih Ganesha miliknya, berada di depan warung tempatnya berjualan juga berpindah dari posisi semula.

 

“Kejadiannya malam hari, tepatnya Kamis (28/11) pelinggih Ganesha di depan warung juga pindah tempat, seperti sengaja dibongkar dan dijatuhkan. Kurang tahu siapa orang yang berani usil,” imbuhnya.

 

Kelian Suma saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan masyarakat terkait kejadian robohnya Pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni di Pura Kayu Duwi di Pantai Kerobokan.

 

Pihaknya pun bersama calon Perbekel terpilih Kerobokan, Putu Wisnu Wardana sudah turun melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

 

“Menindaklanjuti robohnya pelinggih itu, kami langsung melakukan paruman dengan prajuru adat. Sudah, tadi sudah kami laporkan ke Polsek Sawan,” terangnya.

 

Ketika ditanya apakah ada dugaan  kesengajaan terhadap robohnya pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni?

 

Kelian Suma menduga pelinggih memang terkesan sengaja dirobohkan oleh oknum tak bertanggungjawab yang jumlahnya diperkirakan lebih dari satu orang, karena pelinggih terbilang memiliki bobot lumayan berat.

 

“Pagar besi Pura selalu dikunci. Pelaku pastinya loncat tembok sebelum merobohkan pelinggih Ratu Ayu Cakra Gni yang sangat kami sakralkan. Kalau apa motif merobohkan pelinggih, kami serahkan kepada pihak kepolisian melakukan penyelidikan,” jelasnya.

 

Imbuh Kelian Suma, secara niskala pihaknya sudah melakukan matur piuning (memohon ijin) agar robohnya pelinggih nantinya tidak berimbas buruk terhadap krama di desa adat Kerobokan.

 

“Pelinggih segera akan kami perbaiki sehingga pada saat tegak piodalan Tumpek Landep sudah bisa dipelaspas. Harapan kami, pelaku diduga merusak pelinggih menerima karma setimpal sesuai perbuatan,” tegasnya.

 

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Sawan Iptu Gusti Alit Murdiasa saat dihubungi melalui telepon seluler mengaku telah menerima laporan resmi dari Kelian Desa Adat Kerobokan, Jero Mangku Suma Wijaya.

 

“Pelaku dalam proses lidik. Petugas sudah turun mendatangi TKP menggali informasi dan meminta keterangan saksi-saksi, khususnya sejumlah pedagang di sekitar Pura Kayu Dwi. Jika dilihat secara kasat mata, memang sarat akan unsur kesengajaan,” singkatnya.

- Advertisement -

Gali Lubang Pondasi, Dua Buruh asal Sumba Tewas Tertimbun

GIANYAR, balipuspanews.com - Akhir hidup yang cukup tragis menimpa dua buruh proyek asal Sumba, NTT. Keduanya tewas tertimpa longsoran tanah saat menggali pondasi bangunan...

Dapat Info Terkait Adanya Tajen, Polsek Banjar Langsung Grebeg Lokasi

BULELENG, balipuspanews.com - Pelaksanaan kegiatan judi sabung ayam (tajen) jelas dilarang sesuai pasal 303 KUHP, berdasarkan hal itu pihak kepolisian terus mengadakan pemantauan terhadap...
Member of
Dewan Pers

Download Balipuspanews
Google Play