Pencarian Nelayan Asal Bungkulan Dihentikan, Hasil Masih Nihil

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Proses pencarian terhadap Kadek Sunarna,45, asal Dusun Punduh Sangsit, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng dihentikan Tim SAR Gabungan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Selama proses pencarian hingga Minggu (3/9/2023) hasil pencarian masih tetap nihil.

Koordinator Pos SAR Buleleng Dudi Librana menerangkan proses pencarian memang sudah dihentikan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Penghentian pun disebut sudah dikoordinasikan kepada pihak keluarga korban. Akan tetapi bila ada informasi ke depannya terkait tanda-tanda korban ditemukan, maka pihaknya akan siap melakukan proses evakuasi.

“Kami terus lakukan operasi penyisiran sampai hari ke tujuh, pagi tadi juga penyisiran dilakukan dan diakhiri dengan tetap dengan hasil nihil. Kami sudah koordinasi juga dengan keluarga korban terkait ditutupnya proses pencarian,” jelas Dudi.

Dalam proses pencarian terakhir, petugas SAR Gabungan melakukan penyisiran di laut menggunakan perahu karet sejauh 20 nauctical miles dari arah Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Lokasi itu dipilih lantaran perahu korban ditemukan di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, atau arah barat.

BACA :  HUT ke-34, Perumda Panca Mahottama Didorong Perkuat Pelayanan Air Minum

Perahu korban ditemukan terdampar Kamis (31/8/2023) di Pulau Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dan saat ini sudah diamankan Sat Polairud Polres Sumenep. Namun apakah akan dipulangkan oleh pihak keluarga apa tidak, pihaknya masih belum mengetahui dikarenakan sekarang masih dilakukan pembahasan pihak keluarga.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Tim SAR Sumenep tentang kejadian hilangnya nelayan asal Bungkulan ini, petugas disana masih melakukan pemantauan dan sudah menginformasikan kepada nelayan disekitar jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” terang Dudi.

Berita sebelumnya Kadek Sunarna, 45, telah dinyatakan hilang saat melaut pada Senin (28/8/2023). Dimana waktu itu korban telah berangkat melaut dari pukul 02.30 WITA dengan menggunakan jukung, celana warna hitam, jaket warna biru, dan tidak memakai jaket pengaman.

Namun, sampai Senin sore korban rupanya tak kunjung kembali ke daratan. Sementara rekan-rekannya sudah kembali lebih awal akibat cuaca buruk di tengah laut. Pencarian pun telah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan bersama relawan, serta nelayan dari desa setempat. Kendati begitu tanda-tanda keberadaan korban belum diketahui.

BACA :  Mengakar Budaya, Menjangkau Dunia: Cara SMAN 1 Sukasada Buka Pintu Beasiswa hingga ke China

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular