Penertiban Baliho di Tempat Kunker Presiden, Pj Gubernur Sebut Berlaku Sama  

- Advertisement -
- Advertisement -

GIANYAR,balipuspanews.com – Kunjungan Kerja (Kunker) Presiden RI Joko Widodo ke Pulau Dewata, Selasa (31/10) memantik ditertibkannya beberapa baliho dan bendera sebagai alat sosialisasi Capres-Cawapres maupun Caleg di radius tempat kunker Presiden.

Mahendra Jaya menegaskan, penertiban sementara alat peraga/sosialisasi di lokasi kunker Presiden tersebut berlaku sama untuk baliho atau atribut tanpa memandang siapa capres-cawapres, partai, ataupun caleg manapun selama berada dalam radius yang ditentukan.

Dari penertiban tersebut, ada ulah oknum memposting video penertiban yang menjadi video viral terkait pencopotan baliho, bendera dan atribut partai tertentu saat Kunjungan Kerja Presiden RI ke Kabupaten Gianyar

Penjabat (Pj) Gubernur Bali Mahendra Jaya menanggapi terakait hal tersebut dan meluruskan agar permasalahan menjadi gamblang. Mahendra menegaskan fakta di lapangan tidak sama dengan narasi pencopotan baliho dan atribut yang beredar di video atau berita, yang terbangun dan terkesan tendensius.

” Faktanya tidak demikian (pencopotan, red). Buktinya di Kota Denpasar bisa dilihat masih banyak baliho, bendera dan atribut terpasang, sepanjang jalan di Batubulan hingga lokasi acara kunker, ” kata Mahendra Jaya saat ditemui di Bandara Ngurah Rai.

BACA :  ‎KPU Buleleng dan Dinas PMD PPKB Perkuat Sinergi Data Pemilih dan Coktas 2026

Menurut Mahendra, yang dilakukan hanyalah menggeser sementara baliho capres/alat peraga sosialisasi, hingga atribut partai terutama yang berada di sekitar lokasi kunker Kepala Negara dengan tujuan murni untuk estetika saat Presiden menyambangi lokasi kunker. ” Dan setelah acara kunker Presiden RI selesai, maka alat sosialisasi dan baliho tersebut akan dikembalikan,” tukasnya.

Pj Gubernur yang dalam kesempatan tersebut didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi, Kapolda Bali Irjen Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra, menegaskan pula bahwa tidak ada maksud lain selain menjaga agar acara kunjungan kerja resmi Kepala Negara bisa berjalan lancar dan baik. ” Dan saat ini, baliho atau atribut yang sempat ditertibkan sudah dipasang kembali seperti sebelumnya, ” Ujar Mahendra Jaya.

Sementara itu Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Harfendi dalam kesempatan yang sama juga menanggapi adanya anggota TNI serta Polri yang terlihat dalam proses penertiban baliho dan atribut tersebut memang sesuai SOP pengamanan Kepala Negara.

Yakni Dandim sebagai Danplek (Komandan Komplek) dan Polres sebagai Wadanplek ( Wakil Komandan komplek) di lokasi kunker. “Jadi pihak Dandim dan Polres memang yang bertugas di sana sesuai SOP pengamanan kedatangan RI 1,” pungkas Pangdam.

BACA :  Bupati Badung Tegaskan Program Pembangunan Desa Harus Selaras dengan Kebijakan Kabupaten

 

Penulis: Budiarta

Editor: Oka S

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular