Selasa, Juli 16, 2024
BerandaDenpasarPenjual Hewan Penular Rabies di Pasar Satria Ditertibkan

Penjual Hewan Penular Rabies di Pasar Satria Ditertibkan

DENPASAR, balipuspanews.com-Penjual hewan di Pasar Burung Satria, Denpasar harus ditertibkan tim gabungan lantaran kedapatan menjual monyet/kera ekor panjang. Penertiban berlangsung saat Pemkot Denpasar melakukan sosialisasi dan penertiban terhadap penjual Hewan Penular Rabies (HPR) di Pasar Burung Satria Denpasar, Selasa (11/1/2022).

Kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan untuk mendukung penyebaran rabies serta menertibkan penjualan satwa liar di Kota Denpasar.

Dalam giat tersebut, sebanyak 1 penjual hewan diberikan teguran dan langsung dilayangkan surat pernyataan lantaran kedapatan menjual monyet/kera ekor panjang.

Sementara itu, kios lainya turut diberikan pembinaan dan sosialisasi untuk tidak menjual satwa liar yang berstatus sebagai HPR.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. I Made Ngurah Sugiri mengatakan, pelaksanaan penertiban ini merupakan upaya berkelanjutan untuk mendukung terciptanya proses perdagangan yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dimana, berdasarkan pemantauan lapangan, ditemukan adanya jual beli satwa liar yang berstatus HPR.

“Kegiatan ini merupakan upaya untuk mengatur dan megawasi peredaran HPR, yang sesuai dengan Perda Nomor 5 Tahun 2019 tentang penanggulangan Penyakit Rabies di Kota Denpasar, kebetulan saat inin kita fokus pada kera yang merupakan satwa liar berstatus HPR,” jelasnya.

BACA :  Bupati Sanjaya Hadiri Rangkaian Pengelukatan Banyu Pinaruh di Pantai Yeh Gangga dan Pantai Abian Kapas

Sugiri menegaskan, pemantauan peredaran satwa liar yang berstatus HPR di pasar hewan Kota Denpasar akan terus dilaksanakan. Pihaknya juga tak segan memberikan sanksi tegas sesuai dengan Perda yang berlaku.

“Kami imbau kepada penjual agar senantiasa memperhatikan dan menerapkan aturan yang berlaku, sehingga saat berjualan tidak lagi tersandung masalah, kami juga mengimbau kepada penjual satwa yang bertsatus HPR seperti anjing, kucing dan kera, agar senantiasa memperhatikan kesehatan hewan,” tegasnya.

Sementara pemilik Kios, Agus Ali mengaku siap untuk tidak lagi menjual satwa Keara Ekor Panjang pasca ditertibkan.

“Kita tidak akan menjual lagi, ini sudah diperingati, diberikan waktu 1 kali 24 jam untuk tidak menjual lagi, jadi kita tidak menjual lagi, kita jual yang boleh saja,” katanya.

Penulis: Gde Candra
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular