Pembahasan Pembentukan Badan Pengelola Pariwisat Unesco Global Geopark Kintamani di De Klumpu Bali Desa Undisan
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, balipuspanews.com – Sebagai langkah untuk mengembalikan kejayaan Kintamani di masa lampau, dengan status sebagai satu satunya Geopark Indonesia yang sudah mendapat pengakuan Unesco mengharuskan pariwisata kintamani dikelola oleh badan pengelola profesional.

Terkait hal ini, maka dirancanglah sebuah nama pengelola yaitu Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark Kintamani. Untuk menghindari konflik dan persoalan-persolan yang muncul di kemudian hari, pengisian personel badan pengelola ini Bupati Bangli menerbitkan SK Tim Transisi Pembentukan Badan Pengelola Pariwisat Unesco Global Geopark Kintamani yang diserahkan secara formal di De Klumpu Bali Desa Undisan, Sabtu (10/3).

Susunan SK ini sebagai pengarah adalah Bupati dan Wakil Bupati Bangli, Ketua Bagus Sudibya, Wakil Ketua Merangkap Anggota Drs I Wayan Merta SE MSi, Sekretaris Dewa Ketut Setia Darma SH dengan jumlah anggota 17 orang salah satunya Drs I Wayan Gunawan, Warsa T Bhuana SH MM, I Wayan Mantik dan seterusnya, ditambah 4 orang pelaksana teknis yang keseluruhnya berasal dari 15 desa yang ada di Kawasan Kintamani.

Tugas dari tim tersebut adalah memberikan masukan kepada bupati tentang pengisian jabatan pada struktur Badan Pengelola, Menyusun AD/ART, mensosialisasikan Badan Pengelola, menyiapkan draf peraturan daerah tentang Badan Pengelola dan melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Bupati Bangli sampai Batas waktu paling lambat 31 Agustus 2018.

Bupati Bangli I Made Gianyar SH MHum MKn dalam pengarahannya menyampaikan, di manapun pembangunan itu pasti ada sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Sumber daya alam yang ada di 15 desa di kawasan Kintamani sudah mempunyai keunggulan masing masing, termasuk di kawasan geopark itu sendiri. Yang diinginkan dan menjadi target adalah paling tidak di bidang sumber daya alam sebagai variabel tetap dengan sumber daya manusia sebagai pariabel berubahnya. Alam yang sudah diciptakan baik manusia itu sendiri akan bisa menjadi lebih baik tergantung dari manusia itu sendiri.

Menurut dia, sejak awal menjabat sebagai Bupati Bangli, pihaknya memikirkan gagasan bagaimana Kintamani bisa bersemi kembali, karena diketahui Kintamani mempunyai sejarah yang luar biasa, siapa yang tidak kenal dengan Film Kabut di Kintamani, siapa yang tidak tahu Lagu Nyanyian Rindu dari Ebiet G AD, demikian agungnya Kintamani di masa lampau.

“Target utama saya adalah bagaimana untuk mengembalikan keagungan Kintamani yang menurut sejarah bahwa tercatat 20% wisatawan yang datang ke Bali berkunjung ke Kintamani. Dengan perubahan kondisi dan carut marutnya keadaan wisatawan yang datang terus menurun, terakhir tercatat wisatawan yang berkunjung ke Kintamani hanya 9,5% dari seluruh wisatawan yang datang ke Bali. Oleh Karna itu tidak muluk-muluk sampai saatnya saya menyerahkan jabatan kepada Bupati Berikutnya saya ingin mengembalikan target kunjungan sampai 20% syukur-syukur bisa lebih, bagaimana wisatawan yang datang ke Bangli bisa menginap tidak hanya mapir, kedepan Bagaimana membuat sebuah Paket khusus Bangli yang tidak digabung dengan paket wisata lain di Bali,” kata Bupati Made Gianyar.

Untuk bisa naik level ini, kata dia, tentunya banyak hal yang harus diperbaiki antara lain destinasinya diperbaiki, orangnya harus diperbaiki menjadi masyarakat pariwisata dengan sapta pesonanya, sehingga lembaga inilah yang akan mendisain seluruhnya. Pergerakan masyarakat lokal harus ditingkatkan, dan karena harus mendatangkan investor maka mesti bekerja sama dengan BUMDES, sehingga bisa saling terintegrasi.

“Mudah mudahan melalui tim ini, apa yang kita inginkan bisa dapat terwujud untuk kemajuan kita bersama. Karena saya inginkan di masa tua nanti, bisa menikmati hidup sesuai dengan konsep agama hindu yaitu wanaprasta tidak lagi grahasta,” katanya.

Tinggalkan Komentar...