Minggu, Mei 19, 2024
BerandaBadungPolres Badung Kejar Gerombolan Pemotor, Tunggu Hasil Autopsi Korban

Polres Badung Kejar Gerombolan Pemotor, Tunggu Hasil Autopsi Korban

MANGUPURA, balipuspanews.com – Gerombolan pengendara motor (pemotor) yang melakukan pengeroyokan hingga menewaskan APK,23, asal Buleleng di daerah Sempidi-Dalung, tengah diselidiki Satuan Reskrim Polres Badung. Polisi langsung melakukan olah TKP guna membekuk para pelaku yang diperkirakan berjumlah 12 orang tersebut.

Dari olah TKP tersebut, Polisi menelusuri beberapa area sepanjang 50 meter ke sebelah timur dari lokasi jenazah korban awalnya ditemukan. Sebab, ada dugaan korban dikeroyok secara membabi buta oleh gerombolan pemotor.

Dalam penjelasannya ke awak media, Kasatreskrim Polres Badung AKP I Gusti Nyoman Jaya Widura mengatakan pihaknya hingga kini masih menyelidiki TKP. Penyelidikan ini guna mengetahui sejauh mana kronologis kejadian.

“Masih kami dalami penyelidikan guna mengejar para pelaku,” ujarnya didampingi Kasi Humas Iptu Ketut Sudana.

Ia mengatakan pria asal Singaraja, Buleleng itu meninggal akibat luka tusuk di bagian dada kanan. Meski begitu, pihaknya masih perlu memastikan penyebab kematian ini melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Termasuk autopsi terhadap jenazah yang kini berada di RSUP Prof Ngoerah, Sanglah, Denpasar. Dijelaskannya, untuk saat ini pihaknya masih menunggu persetujuan pihak keluarga korban terkait autopsi tersebut.

BACA :  Overstay, Bule Belanda Dideportasi Imigrasi

“Kami akan mengirimkan permohonan permintaan otopsi ke rumah sakit,” ujarnya.

Dijelaskannya, pihaknya juga sudah memintai keterangan saksi pemilik kontrakkan toko yang melihat jasad korban telungkup di TKP. Saksi NK mengaku tidak mengetahui awal mula adanya pengeroyokan. Dia baru tahu setelah terbangun karena mendengar kerumunan warga di depan rumahnya.

Diberitakan, saksi warga bernama INCA menemukan jasad APK dalam posisi telungkup bersimbah darah di depan Koperasi Konsumen Sedana Giri Ayung, Jalan Raya Sempidi-Dalung, Banjar Uma Gunung, Kelurahan Sempidi, Mengwi, pada Selasa (16/1/2024) sekitar pukul 00.30.

Diungkapkan, saksi Cipta diberitahu oleh seorang pemilik warung berinisial S,38, bahwa ada gerombolan anak muda sebanyak kurang lebih 12 orang mengendarai tujuh sepeda motor melintas sangat kencang di depan warungnya. Gerombolan pemotor itu berpencar di Persimpangan Traffic Light Kwanji.

Tak lama, saksi S mengetahui bahwa telah terjadi keributan di sebelah timur warungnya dan ada seorang pemuda ditemukan tewas penuh luka. Saksi tidak mengetahui secara detail ciri-ciri gerombolan pemotor yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap korban.

BACA :  Gilimanuk Masuk Tiga Besar Lomba Kelurahan Provinsi Bali

Kejadian ini pun viral dan pelaku diketahui berpakaian serba hitam mengendarai beberapa unit sepeda motor. Korban tewas dengan luka tusukan di bagian dada kanan kini dititipkan di kamar jenazah RSUP Prof Ngoerah, Sanglah, Denpasar.

Penulis: Kontributor Denpasar

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular