PPKM Mikro Diperpanjang, Satgas Gotong Royong Diaktifkan Kembali

Jubir Satgas Covid-19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha
Jubir Satgas Covid-19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha

NEGARA, balipuspanews.com – Pemkab Jembrana resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Mikro hingga 8 Maret 2021.

Melalui surat edaran nomor 478/STPC-19/2021 yang ditandatangani Plh Bupati Jembrana I Nengah Ledang mengatur beberapa pembatasan kegiatan di masyarakat.

Selain pembatasan kegiatan masyarakat dengan pengaturan serta penerapan protokol kesehatan lebih ketat, Surat edaran itu menginstruksikan jajaran Perbekel/Lurah bersinergi dengan Desa Adat.

Diantaranya membentuk kembali satgas gotong royong penanganan Covid-19 berbasis Desa Adat dengan struktur organisasi, tugas dan fungsi yang diatur dalam keputusan bersama Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali .Serta melaksanakan perarem Desa Adat tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Jubir Satgas Covid-19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan kebijakan PPKM perpanjangan itu mengacu pada Mendagri No. 04 tahun 2021 serta SE Gubernur Bali No. 05 tahun 2021. Tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19 yang masih berlangsung.

“Secara umum dari evaluasi kita pada PPKM sebelumnya, berhasil menekan jumlah kasus aktif Covid-19. Namun kasus masih terjadi, sehingga perlu diperpanjang dengan penerapan aturan dan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 lebih disiplin,” kata Arisantha, Selasa (23/2/2021).

Arisantha berharap melalui PPKM mikro tahap 2 ini dapat memutus rantai penularan sekaligus kasus Covid-19 di Jembrana bisa menurun secara signifikan.

Diaktifkan kembalinya satgas gotong royong berbasis Desa Adat, masing-masing Desa Adat diminta mengaktifkan kembali posko gotong royong pencegahan Covid-19.

Sebelum satgas gotong royong Desa Adat itu terbentuk, pelaksanaan PPKM berbasis Desa/Kelurahan ditangani oleh relawan Desa/Kelurahan. Sementara anggarannya, dibebankan pada anggaran APBDes dan anggaran pendapatan dan belanja Desa Adat.

Penulis : Anom Suardana

Editor : Oka Suryawan