Diduga Frustasi Sakit Tak Kunjung Sembuh, Wanita 70 Tahun Ini Nekat Gantung Diri

Proses evakuasi jenazah korban gantung diri
Proses evakuasi jenazah korban gantung diri

NEGARA, balipuspanews.com – S,64, warga Banjar Tegak Gede, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo kini harus hidup menduda karena istrinya, Selasa (23/2/2021), meninggal dunia. N,70, istrinya meninggal dengan cara gantung diri.

Sebelum ditemukan tergantung, pada Senin (22/2/2021), S dan N sekitar pukul 19.00 WITA masuk kamar untuk beristirahat. Namun N bersikeras untuk tidur di balai bambu di luar rumah. Keinginan N itu dilarang oleh suaminya.

Lalu sekitar pukul 21.30 WITA, S melihat istrinya keluar kamar dan mondar mandir di halaman rumah. Melihat N mondar mandir di halaman, S dan anaknya AP,46, bertanya apakah berani di luar dan dijawab N bahwa berani dan akan tidur di luar rumah saja.

Lalu pada Selasa pukul 06.00 WITA saat bangun pagi S dan AP tidak melihat N yang biasanya menyapu di halaman. S yang curiga kemudian melihat ke balai bambu tempat N tidur. S kaget karena mendapati istrinya sudah tergantung dengan menggunakan kain selendang warna putih hijau di kayu Anjan balai bambu dimana kaki N menyentuh tanah.

“Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita.

Menurut keterangan S dan AP kata Yogie Pramagita, bahwa N mengalami sakit di dada dan perut terasa perih selama kurang lebih 5 tahun dan sudah pernah menjalani pengobatan secara medis maupun tradisional namun tidak juga kunjung sembuh. Dari pihak keluarga korban tidak melakukan otopsi dan mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah.

“Tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban namun terdapat jejas pada bagian leher korban akibat jeratan kain selendang,” terangnya.

Penulis : Anom Suardana

Editor : Oka Suryawan