BULELENG, balipuspanews.com – Suasana tenang di kawasan Banjar Dinas Goris Asri, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak mendadak geger usai warga menemukan sesosok jasad yang mulai membusuk di sebuah kontrakan pada Senin (25/5/2026) pagi.
Belakangan jasad berjenis kelamin laki-laki tersebut diketahui bernama MAIM asal Desa Gayam, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pria 36 tahun itu diketahui sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya ditambah adanya aroma tidak sedap yang tercium dari dalam kamar kontrakannya.
Kapolsek Gerokgak Kompol I Made Derawi, SH atas seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, S.I.K., M.Si., M.T., M.Sc., langsung membenarkan adanya temuan tersebut yang awalnya dilaporkan masyarakat. Setelah itu personel piket fungsi yang dipimpin Pawas AKP Ketut Mastra langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Buleleng dan tenaga medis.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik kontrakan berinisial Luh S,54, yang pagi itu datang ke lokasi untuk membersihkan rumah kontrakan miliknya. Saat tiba di depan kamar korban sekitar pukul 08.00 WITA, saksi melihat pintu kamar dalam keadaan terbuka dan mencium bau tidak sedap dari dalam ruangan.
“Jasad ditemukan karena saksi curiga akan adanya bau tidak sedap di sekitar kontrakan, kemudian memberanikan diri melihat ke dalam kamar dan mendapati korban sudah dalam keadaan terbujur kaku di atas lantai kamar. Saksi lalu memanggil anaknya, Ketut AS, untuk memastikan kondisi korban sebelum akhirnya melapor ke pihak berwajib,” ujar Kompol Derawi.
Hasil pemeriksaan awal dokter Puskesmas Gerokgak II, ditemukan tanda-tanda kematian berupa lebam mayat, kaku mayat, serta proses pembusukan pada tubuh korban. Namun hingga kini penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Polisi juga telah meminta Visum et Repertum (VER) serta membawa jenazah korban menggunakan ambulans PMI ke RSUD Buleleng untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, keluarga korban di Jawa Timur masih terus diupayakan untuk dihubungi.
Kompol I Made Derawi menambahkan, pihaknya masih mendalami seluruh keterangan saksi dan kondisi di lokasi kejadian guna memastikan penyebab kematian korban.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila mengetahui adanya kondisi mencurigakan di lingkungan sekitar, terutama terhadap warga yang tinggal sendiri atau jarang berinteraksi, sehingga kejadian serupa dapat segera diketahui dan ditangani,” tutupnya.
Penulis : Nyoman Darma
Editor : Oka Suryawan



