BULELENG, balipuspanews.com – Baru-baru ini Kabupaten Buleleng berhasil menjadi terbaik dua pengelolaan dana desa di Bali tahun 2020. Hal itu tak lepas dari beberapa hal yang sudah secara intensif dilakukan sepanjang tahun 2020.
Lebih jelasnya dua hal seperti adanya penyelenggaraan sekolah desa dan pendampingan secara intensif digadang-gadang menjadi pengaruh signifikan tercapainya prestasi tersebut.
Pasalnya keberadaan sekolah desa tidak lain guna menghasilkan pengelolaan dana desa yang baik dan benar, sehingga melalui program itu pembinaan terus dilakukan. Baik itu secara pasif dan juga aktif turun ke desa. Tak jarang pula banyak aparat desa yang datang ke kantor DPMD untuk berkonsultasi.
“Sebenarnya kami selama ini terus intensifkan sekolah desa untuk melakukan pendampingan kepada para aparatur desa di Buleleng mengenai pengelolaan dana desa yang baik. Sampai dengan laporan pertanggungjawaban,” jelas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Buleleng, Nyoman Agus Jaya Sumpena saat dikonfirmasi, Minggu (31/01/2021).
Bahkan Ia menjelaskan sekolah desa tidak lain merupakan program dari DPMD Buleleng untuk memberikan pendampingan dan juga konsultasi bagi aparatur yang membutuhkan. Sehingga nantinya masing-masing desa akan dibagi menjadi beberapa gelombang untuk diberikan pelatihan secara maksimal.
Melalui program yang dilakukan itu, tentu tujuannya untuk memberikan pelatihan pengelolaan dana desa yang baik dan benar kepada aparatur. Bahkan Kerjasama juga dilakukan dengan yayasan yang peduli dengan pembangunan Desa untuk mendukung sekolah Desa.
“Kita tidak sendirian ada kerjasama juga, namun narasumber tetap dari kita sebab kita mempunyai beberapa SDM yang berkompeten di bidang pengelolaan pemerintah desa,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Sumpena juga memaparkan diraihnya prestasi itu tak lepas dari peran tenaga ahli dan pendamping yang dimaksimalkan. Tenaga ahli ini asalnya dari Pemerintah Pusat yang disebar di seluruh Desa, termasuk para pendamping di tingkat Desa dan Kecamatan juga turut andil dengan apa yang telah diraih saat ini.
Tak jarang beberapa dari sejumlah pendamping tersebut bervariasi dalam melakukan pendamping, ada pendamping yang memegang satu Desa. Bahkan, ada satu pendamping memegang lebih dari satu Desa. Di Kecamatan dan Kabupaten juga ada.
“Kita benar-benar maksimalkan mereka sehingga jalannya pemerintah desa bisa optimal,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Gede Sugiartha Widiada menyebutkan ada beberapa indikator yang menyebabkan Buleleng diganjar terbaik kedua pengelolaan dana desa di Bali.
Di antaranya ketepatan pencairan, pengamprahan sampai dengan penyampaian pelaporan. Termasuk penyerapan anggaran dana desa yang sudah mencapai 100 persen.
“Juga ada Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa pada tahun 2020,” pungkasnya.
Informasi sebelumnya penghargaan terbaik kedua pengelolaan dana desa tahun 2020 di Bali diserahkan langsung oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Bali kepada Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Buleleng, Nyoman Genep yang mewakili Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, pada hari Kamis (28/01/2021) kemarin, saat Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah se-Provinsi Bali tahun 2021. Buleleng menjadi terbaik kedua setelah Kabupaten Gianyar.
Penulis : Nyoman Darma
Editor : Oka Suryawan



