Pemedek atau umat yang akan sembahyang di Pura Goa Lawah.
Pemedek atau umat yang akan sembahyang di Pura Goa Lawah.
sewa motor matic murah dibali

DAWAN, Balipuspanews.com- Pujawali di Pura Goa Lawah yang jatuh pada hari Selasa (13/8/2019) atau bertepatan dengan rahina Anggara Kliwon Medangsia, yang berlokasi di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung. Pemedek diimbau agar tidak menggunakan tas plastik/kresek sekali pakai dan membawa tempat tirta saat sembahyang ke Pura Goa Lawah.

Kepada umat Hindu di Bali maupun di luar Bali, yang ingin bersembahyang diharapkan menyesuaikan dengan waktu dan dudonan karya. “Pada kesempatan ini kami menghimbau pemedek agar tidak memakai kantong plastik/tas kresek sekali pakai, tidak merokok di areal pura serta membawa tempat tirtha,” ujar dr. Bagus Darmayasa selaku Bendesa Pura Goa Lawah, Sabtu (10/8).

Dengan tidak menggunakan atau membawa plastik/kresek sekali pakai, ini  sebagai bentuk mendukung Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No.97 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Dengan tidak membawa plastik/kresek, langkah ini juga sebagai bentuk menjaga lingkungan pura dan  kepedulian terhadap tempat suci agar terhindar dari sampah plastik.

Dikatakan dr. bagus, pujawali akan dipuput dua sulinggih yaitu Ida Pedanda Keniten Gria Dawan Kelod, Klungkung dan Ida Pedanda Istri Gria Dawan.

Selain itu saat ini persiapan sudah mulai dilakukan oleh Panitia Karya. Puncak piodalan di mulai Selasa (13/8 /2019) dan Ida Betara mesineb Jumat (16/82019) pukul 15.00 Wita.

Demikian juga kepada para agent atau travel dimohonkan agar menjelaskan kepada para tamu baik domestik maupun mancanegara yang akan berkunjung ke Goa Lawah tidak diperkankan masuk ke Utama Mandala pada saat karya.

“Pemedek yang tangkil akan diatur masuk ke utama mandala Pura dengan sistem kartu. Sehingga dalam persembahyangan nantinya bisa nyaman dan tertib.

dr. Bagus menceritakan, Pura Goa Lawah merupakan salah satu Pura Sad Khayangan yang didirikan Mpu Kuturan pada abad ke sebelas. Pura ini dipercaya sebagai stana Dewa Maheswara dan Sanghyang Naga Basuki.

Selain itu Pura Goa Lawah juga disebutkan juga menjadi tempat Ida Padanda Sakti Wawu Rauh atau Danghyang Nirarta untuk melakukan tirta yatra pada abab ke XVI. Hal ini terbukti dengan ditemukannya Padmasana di Pura Goa Lawah.

Pura Goa Lawah juga digunakan sebagai tempat upacara Nyegara Gunung karena kebetulan letaknya di tepi pantai, dan dekat dengan perbukitan. (bud/bpn/tim).