Sabtu, Juli 20, 2024
BerandaJembranaPuluhan Anjing Disteril dan Divaksin

Puluhan Anjing Disteril dan Divaksin

JEMBRANA, balipuspanews.com- Banyaknya populasi anjing liar menjadi salah satu faktor meningkatnya kasus rabies di Jembrana. Untuk mengontrol populasi anjing khususnya di desa zona merah, Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Jembrana bekerjasama dengan Yayasan BAWA (Bali Animal Welfare Assosiation) melakukan sterilisasi dan vaksinasi dengan di wilayah yang menjadi zona merah rabies.

Vaksinasi dan sterilisasi akan dilaksanakan selama 3 hari. Pelaksanaan diawali di Desa Mendoyo Dangin Tukad kemudian dilanjutkan bergerak ke Desa Pergung serta terakhir di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan.

Kegiatan tersebut dibantu oleh 12 orang relawan dari Yayasan Bawa didampingi Medik Vet (Dokter Hewan) Kecamatan Mendoyo, dengan target 50 dosis vaksin per/hari.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, I Wayan Sutama mengatakan, kasus positif tahun ini mengalami kenaikan, hal ini terjadi karena vaksinasi bagi anjing di wilayah Jembrana belum optimal.

“Saya berterima kasih kepada Yayasan BAWA yang sudah datang dari Kecamatan Ubud, Gianyar atas kerjasamanya untuk membantu Jembrana melakukan vaksinasi dan kontrol populasi, karena Jembrana pada tahun ini merupakan Kabupaten dengan kasus rabies tertinggi di Provinsi Bali,”ungkapnya.

BACA :  “Pensiun” dari DPRD Karangasem, Sekretariat Berikan 6 Bulan Uang Representasi

Sutama menambahkan, telah menyediakan 60 dosis vaksin untuk setiap pelaksanaan kegiatan dengan estimasi dari dinas pertanian dan Peternakan jumlah populasi anjing di Jembrana sebanyak 40.955 ekor  merupakan jumlah yang cukup tinggi.

“Tentu saja jumlah tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan vaksinasi, akan kita optimalkan lagi, dan bekerjasama dengan yayasan lain yang bergerak dibidang ini. Kami berharap dengan dilaksanakan kegiatan ini jumlah populasi anjing dapat menurun,”tambahnya.

Koordinator Medik Vet, Drh. Ni Made Ayu Sukarmi Mega juga menyarankan agar masyarakat dapat menjaga hewan peliharaan dengan baik.

“Lakukan vaksinasi secara berkala, dan bertanggungjawab terhadap peliharaannya untuk tidak meliarkan anjing, dan segara laporkan kepada petugas terdekat bila menemukan hewan yang terindikasi gejala rabies,” tandasnya.

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Khrisna (Ipat) yang meninjau kegiatan Kontrol Populasi dan Vaksinasi Rabies dalam rangka penanggulangan kasus positif rabies di Jembrana, Selasa (31/5/2022) di Balai Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo menyampaikan bahwa ini dilakukan untuk mengontrol populasi anjing liar dan menekan jumlah kasus rabies yang terjadi di Kabupaten Jembrana.

BACA :  Berantas Tindak Pidana Korupsi, Pemkot Denpasar Bersama KPK RI Gelar Rakor

“Ini harus kita kontrol, jangan sampai terlalu banyak jumlah populasi anjing liar di Jembrana, kasus rabies sangat tinggi di Jembrana, sehingga sangat penting melakukan kontrol terhadap perkembangan populasinya,”ujarnya.

Ipat berharap kedepannya populasi anjing liar dapat terkontrol dan kasus rabies juga segera menurun.

“Kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan mengingat catatan kasus positif rabies di Jembrana sangat tinggi dan ini sangat membahayakan, dapat menyebabkan kematian pada manusia, bila tidak mendapat penanganan yang tepat,” ujarnya.

Dari pelaksanaan kegiatan itu ada puluhan ekor anjing yang di vaksinasi dan sterilisasi.

Sebanyak 41 ekor disterilisasi masing-masing 22 ekor jangan dan 19 ekor betina. Sedangkan vaksinasi didapat 42 ekor.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular