Purnama Kapat Piodalan Padmasana Perdiknas Wujud Rasa Syukur Atas Segala Capaian 

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR, balipuspanews.com – Bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat, Sabtu (29/9/2023), Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar menggelar upacara Piodalan di Padmasana Perdiknas, Jalan Tukad Yeh Aya, No. 15, bersama keluarga besar unit Perdiknas yaitu SMP Nasional Denpasar. Pelaksanaan upacara persembahyangan berjalan khidmat.

Panitia yang juga Kepala SMP Nasional Denpasar, Ni Putu Supadmi, S.Pd mengatakan, upacara piodalan di Padmasana Perdiknas mengambil tingkatan yang utama sekaligus melakukan mecaru pancawarna yang bertujuan untuk membersihkan lingkungan di sekitar Perdiknas dan SMP Nasional Denpasar.

Sebelum pelaksanaan upacara, keluarga besar Perdiknas dan SMP Nasional Denpasar secara bergotong royong juga menyiapkan beberapa persiapan, mulai dari bersih-bersih di lingkungan pura, pembuatan penjor yang dilakukan bersama-sama untuk memupuk dan mempererat persaudaraan dan jiwa gotong royong.

Tidak hanya itu, siswa SMP Nasional Denpasar juga dilibatkan dalam pelaksanaan upacara piodalan ini seperti nabuh, tarian Rejang dewa, gender maupun pesantian merupakan siswa-siswa yang ikut tergabung dalam ekstra kurikuler.

Beberapa rangkaian nyang dilakukan sebelum puncak piodalan seperti pembersihan sarana dan prasarana, serta nunas tirta di Pura Tri Kahyangan.

BACA :  Dorong Sport Tourism, Wawali Arya Wibawa Raih Penghargaan Special Recognition Award – Outstanding Leadership in Advancing Sport Tourism in Bali 2026

“Semoga pembersihan alam ini memberikan aura lebih positif, dan proses belajar mengajar tetap berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.

Sementara Ketua Perdiknas, Dr. AA Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda menyampaikan, Purnama Kapat merupakan musim semi, dimana bunga-bunga sedang bermekaran. Oleh karenanya dianggap sebagai hari baik untuk melakukan pemujaan, meditasi, refleksi dan kontemplasi spiritual.

Purnama Sasih Kapat lanjut pemilik sapaan akrab Gung Eddy ini, adalah saat untuk merenungkan berkat-berkat yang diterima oleh Perdiknas dan memperkuat ikatan spiritual dengan Tuhan melalui pemujaan dan puji bersyukur.

“Patut disyukuri, hampir tahun ke lima saya menjabat, diakhir jabatan ada surprise yang luar biasa diberikan oleh Tuhan seperti penambahan dua guru besar wanita Undiknas, bertambahnya dosen yang menyelesaikan studi, serta perolehan jumlah siswa SMP Nasional, SMK Teknologi Nasional, dan mahasiswa Undiknas masih tetap stabil dan rampungnya pembangunan gedung B bulan November nanti,” kata Gung Eddy.

Dengan semua berkat tersebut, kata Gung Eddy, perjalanan ke depan harus semakin dikuatkan dan selama perjalan itu pula, perlu untuk memiliki ketekunan dan rasa syukur atas kemajuan yang telah diraih, sekecil apapun.

BACA :  Kebakaran Gudang Kembang Api, Keluarkan Ledakan Silih Berganti, Bikin Kaget Warga

“Ini akan membantu kita tetap termotivasi dan positif dalam menghadapi rintangan,” pungkasnya.

Menurutnya, segala bentuk kesuksesan patut dirayakan mulai dari kesuksesan kecil hingga kesuksesan besar, namun dengan dimensi yang tidak lepas dari situasi sebagai lembaga penyelenggara pendidikan.

“Semoga karyawan dan dosen memiliki persepsi dan semangat yang sama dan kecepatan yang sama. Kalau regu gerak jalan yang kuat dan yang lemah harus finish bersamaan. Semoga Tuhan dan pendiri yang sudah almarhum memberikan jalan yang lebih baik untuk periode berikutnya,” harap Gung Eddy.

 Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular