Putrinya Digigit Monyet Ubud, Turis Australia Mengaku Keluar Rp 69 Juta untuk Vaksin

- Advertisement -
- Advertisement -

GIANYAR, balipuspanews.com – Pengalaman tidak menyenangkan dialami warga Sydney Australia saat berlibur di kampung turis, Ubud, Gianyar, Bali. Seorang wisatawan menceritakan bahwa putrinya digigit monyet saat berkunjung ke Monkey Forest Ubud pada 5 September lalu.

Insiden terjadi ketika anak perempuan tersebut berada di kawasan suaka wisata. Seekor monyet tiba-tiba menggigit bahunya hingga meninggalkan luka. Panik dengan kondisi itu, orang tua korban segera membawanya ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

“Begitu digigit, kami langsung berpikir soal rabies. Kami tidak ingin mengambil risiko. Anak saya harus segera ditangani,” ujar dalam kesaksiannya yang kemudian viral di media sosial.

Menurutnya, anaknya langsung mendapatkan suntikan rabies. Namun, rasa kaget semakin bertambah setelah pihak klinik memberikan tagihan medis yang mencapai Rp 69 juta atau setara 4.165 dolar Amerika.

Dari pihak klinik, dr. Grace Lande, MARS, MH, menjelaskan bahwa biaya yang sebenarnya dibayarkan keluarga adalah Rp 48.686.452, bukan Rp 69 juta sebagaimana ramai diberitakan.

Grace menyebut, pasien tersebut mendapatkan obat Human Rabies Immunoglobulin (HRIG), bukan vaksin rabies. Obat HRIG diberikan pada pasien dengan luka gigitan kategori III, yakni luka yang berdarah. HRIG bekerja memberikan imunitas pasif yang langsung menetralisir virus dalam hitungan jam.

BACA :  Bupati Badung Tegaskan Program Pembangunan Desa Harus Selaras dengan Kebijakan Kabupaten

“Karena luka berada di bagian bahu dekat leher, risikonya lebih tinggi. Dosis HRIG dihitung berdasarkan berat badan pasien. Satu vial hanya cukup untuk 15 kilogram. Semakin berat pasien, semakin banyak vial yang dibutuhkan,” jelasnya.

General Manager Monkey Forest Ubud, AA Agung Ngurah Bagus Bhaskara, menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa staf Monkey Forest telah memberikan pertolongan pertama di klinik internal sebelum keluarga korban melanjutkan perawatan ke klinik lain.

“Keselamatan dan kenyamanan pengunjung adalah prioritas kami. Kami juga secara rutin memantau kesehatan monyet bersama Primate Research Center Universitas Udayana. Hingga kini tidak ditemukan tanda klinis rabies pada satwa di kawasan kami,” ujarnya.

Monkey Forest Ubud juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar keselamatan wisatawan, termasuk memberikan panduan keselamatan sebelum memasuki kawasan serta menyiagakan staf terlatih untuk kondisi darurat.

Penulis: Ketut Catur
Editor: Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular