Selasa, Juli 28, 2026
spot_img

Rare Angon International Kite Festival 2026 Diharapkan Jadi Daya Tarik Wisata Denpasar

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR, balipuspanews.com – Beragam layang-layang unik dan artistik karya para pelayang internasional dari 23 negara memeriahkan gelaran Rare Angon International Kite Festival 2026 yang berlangsung di Pantai Mertasari.

Gelaran yang berlangsung pada tanggal 23 sampai 26 Juli 2026 diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan di Kota Denpasar.

Harapan itu dikatakan langsung oleh
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat membuka Rare Angon International Kite Festival 2026, Sabtu (25/7/2026).

Pihaknya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rare Angon International Kite Festival 2026. Dikatannya festival ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung pelestarian seni, budaya, dan kreativitas masyarakat sebagai implementasi visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

“Festival ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan yang mampu menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kota Denpasar, khususnya kawasan Sanur,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rare Angon International Kite Festival 2026, Eka Surya Wirawan, menjelaskan bahwa festival ini juga menjadi sarana edukasi bagi para pelayang maupun masyarakat. Festival ini mengusung konsep perpaduan antara tradisi layang-layang Bali dengan kreativitas modern dari para pelayang internasional.

BACA :  Pimpinan DPR Dorong Proses Hukum Objektif dan Menyeluruh Dugaan Kasus Cabul Guru ASN Tanjungbalai

“Sebanyak 96 pelayang internasional dari 23 negara berpartisipasi dalam festival ini. Harapan kami, tradisi layang-layang Bali dapat terus berkembang melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dengan para pelayang dunia,” jelasnya.

Selain pameran dan atraksi layang-layang internasional, festival juga diramaikan dengan berbagai kegiatan seperti workshop, lomba Baleganjur, lomba Pindekan, lomba Sunari, serta lomba Kober Layangan.

Untuk kategori layang-layang tradisional, terdapat 26 kategori perlombaan, sementara penampilan layang-layang internasional dikemas dalam bentuk atraksi (show). Pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan layang-layang malam hari, aneka kuliner UMKM lokal, hiburan ramah keluarga, dan berbagai aktivitas menarik lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Perkumpulan Pelayang Indonesia (Pelangi) Indonesia, Sari Madjid, berharap Rare Angon International Kite Festival dapat terus berkembang menjadi agenda unggulan pariwisata sekaligus kebanggaan Sanur, Bali, dan Indonesia di mata dunia.

“Festival ini merupakan ajang yang mempertemukan tradisi layang-layang Bali dengan kreativitas para pelayang internasional dalam harmoni yang indah. Semoga melalui festival ini persahabatan tanpa batas antara pelayang Bali, Indonesia, dan dunia dapat terus terjalin,” katanya.

BACA :  Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya Sampaikan Duka Mendalam atas Peristiwa di Juwuk Legi, Baturiti

“Hari ini Kota Denpasar menjadi tuan rumah bagi para pelayang dari berbagai penjuru dunia, dan bersama-sama kita menjaga langit Sanur sebagai ruang yang menyatukan kita semua,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali, AA Gede Agung Suyoga, Perbekel Desa Sanur Kauh Made Ada, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Ni Luh Putu Riyastiti, jajaran OPD terkait, serta para undangan lainnya.

Penulis: Gde Candra
Editor: Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular