Rekayasa Lalu Lintas Kerobokan Kelod Pangkas Waktu Tempuh hingga 78 Persen, Kecepatan Naik 5 Kali Lipat

- Advertisement -
- Advertisement -

BADUNG, balipuspanews.com – Rekayasa lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan hasil pemodelan jaringan lalu lintas menggunakan PTV VISUM oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Badung untuk skenario penerapan rekayasa lalu lintas satu arah, diperoleh kinerja jaringan sebagai berikut: waktu tempuh rata-rata sebelum rekayasa lalu lintas sekitar 19,8 menit, sedangkan setelah rekayasa lalu lintas turun menjadi 4,93 menit.

Selain itu, kecepatan rata-rata sebelum rekayasa lalu lintas tercatat 7,35 km/jam, sedangkan setelah penerapan rekayasa lalu lintas meningkat menjadi 39,9 km/jam.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, yang ditemui di Kantor Bupati, Puspem Badung, Senin (19/1/2026) menyampaikan, apresiasi kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Badung yang telah melaksanakan rekayasa lalu lintas tersebut. Dijelaskan lebih lanjut bahwa, seperti disampaikan sebelumnya, rekayasa lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod akan dilanjutkan hingga 14 Februari mendatang.

“Secara keseluruhan, penerapan rekayasa lalu lintas satu arah di wilayah Kerobokan Kelod menunjukkan peningkatan kinerja jaringan jalan yang signifikan, khususnya dalam hal efisiensi waktu tempuh dan peningkatan kecepatan perjalanan, meskipun terdapat penurunan nilai aksesibilitas yang perlu menjadi perhatian dalam tahap evaluasi lanjutan. Ini bentuk komitmen serius kami, Pemkab Badung, dalam mengatasi permasalahan kemacetan ini. Saya harapkan masyarakat mengikuti dan mulai terbiasa dengan rekayasa ini, demi kenyamanan dan ketertiban kita bersama,” ujarnya.

BACA :  Penertiban Gelandangan dan Pengemis Kembali Digencarkan di Denpasar

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma menyampaikan bahwa pemodelan jaringan lalu lintas menggunakan PTV VISUM merupakan proses perencanaan, analisis, dan simulasi transportasi tingkat makroskopis atau skala luas seperti kota atau wilayah.

Dijelaskan lebih lanjut, waktu tempuh perjalanan pada skenario rekayasa satu arah mengalami penurunan yang signifikan, dengan persentase penurunan sebesar 78,33 persen dibandingkan kondisi sebelum rekayasa.

“Kecepatan rata-rata perjalanan pada skenario rekayasa satu arah mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yaitu sebesar 442,86 persen dibandingkan kondisi sebelum rekayasa. Aksesibilitas jaringan pada skenario rekayasa satu arah mengalami penurunan sebesar 14,06 persen dibandingkan kondisi sebelum rekayasa, yang menunjukkan jarak tempuh semakin meningkat,” jelasnya.

Penulis: Kadek Adnyana
Editor: Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular