Minggu, Mei 10, 2026
spot_img

Resmi Dibuka, Singa Kren Fest 2026 Jadikan Pelabuhan Tua Buleleng Pusat Kreativitas

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Singa Kren Festival 2026 akhirnya secara resmi dibuka Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, Jumat (8/5/2026) malam. Festival tersebut akan berlangsung selama tiga hari dengan mengambil tempat Pelabuhan Tua Buleleng sebagai pusat kreativitas.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra tentunya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Singa Kren Fest 2026. Apresiasi tersebut diberikan kepada Camat Buleleng beserta panitia, pihak swasta, komunitas kreatif, pelaku UMKM, seniman, dan seluruh masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Singa Kren Fest 2026 bukan hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, melainkan juga sebagai wadah pelestarian seni dan budaya lokal, ruang pengembangan kreativitas, serta penggerak ekonomi masyarakat.

Kecamatan Buleleng sebagai pusat Kota Singaraja disebut memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pemerintahan, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Kabupaten Buleleng.

“Keberadaan kawasan heritage Kota Singaraja dan Pelabuhan Tua Buleleng menjadi kekayaan sejarah dan budaya yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” jelasnya.

BACA :  Bupati Adi Arnawa Turun ke Kuta Pastikan Horeka Pilah Sampah, Wabup Bagus Alit Sucipta Pantau di Tuban

Selain itu, pertumbuhan pelaku UMKM, seni pertunjukan, kuliner khas daerah, hingga komunitas kreatif menjadi kekuatan utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Sementara, Ketua panitia sekaligus Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menyebutkan Singa Kren Festival 2026 adalah festival perdana diselenggarakan oleh Kecamatan Buleleng dan berlangsung pada 8 hingga 10 Mei 2026 di kawasan Eks Pelabuhan Tua Buleleng. Festival mengusung tema “Purwaning Sastrotsawa Pragati” yang memiliki makna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan.

Festival tersebut menghadirkan akulturasi budaya melalui pertunjukan seni, kuliner khas daerah, pameran UMKM lokal, serta berbagai kreativitas masyarakat yang bertujuan memperkuat seni budaya dan ekonomi kreatif di Kota Singaraja.

“Festival ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas kreatif, pelaku usaha lokal, seniman, dan generasi muda dalam menampilkan potensi daerah kepada masyarakat luas,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga menyerahkan penghargaan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada 13 perwakilan masyarakat sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif daerah.

BACA :  Duta Denpasar Matangkan Persiapan Wimbakara Tari Barong PKB XLVIII 2026

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular