Minggu, Mei 10, 2026
spot_img

Simbol Pesan Perdamaian, Perjalanan Suci Para Bhikkhu Berlanjut ke Candi Borobudur

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com l- Kabupaten Buleleng menjadi salah satu tempat yang disinggahi para Bhikkhu dalam rangkaian perjalanan suci atau Indonesia Walk For Peace (IWFP) Tahun 2026. Usai singgah di Wihara Brahmavihara Arama, Kecamatan Banjar pada Sabtu (9/5/2026), para Bhikkhu selanjutnya akan berjalan menuju Candi Borobudur.

IWFP adalah gerakan berjalan lintas daerah membawa pesan perdamaian, persaudaraan, dan harmoni dalam keberagaman bangsa Indonesia dan dilakukan dalam rangka memperingati Hari Waisak. Perjalanan yang dilakukan oleh para Bhikku ini, melewati Thailand, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan berakhir di Candi Borobudur.

Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Muhammad Syafi’i yang melepas langsung mengapresiasi pelaksanaan IWFP  sebagai wujud nyata nilai toleransi yang telah tumbuh di tengah masyarakat Indonesia sejak lama melalui ajaran agama masing-masing.

“Semua ajaran agama mengajarkan bagaimana manusia mampu mengendalikan hawa nafsu, menebarkan kedamaian, serta membangun kehidupan yang harmonis. Nilai-nilai tersebut sebenarnya sudah hidup di Nusantara sejak ratusan tahun lalu,” jelasnya.

Ia menambahkan, kerukunan umat beragama yang terbangun saat ini lahir dari pelaksanaan ajaran agama yang dijalankan dengan baik oleh masyarakat.

BACA :  Pemkab Badung Perketat Pengelolaan Sampah, Sektor Horeka Wajib Pilah dan Olah Mandiri

Pemerintah, lanjutnya, hadir untuk memperkuat dan menjaga toleransi tersebut agar tetap terpelihara di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kami melihat perjalanan ini mendapat dukungan dari kepala daerah dengan latar belakang agama yang berbeda-beda. Hal itu menjadi bukti bahwa seluruh agama mengajarkan kedamaian, persaudaraan, dan kasih sayang,” imbuh Syafi’i.

Sementara Gubernur Bali, Wayan Koster menilai IWFP  tidak hanya bermakna sebagai ritual keagamaan, tetapi juga menjadi simbol perdamaian yang dipancarkan dari Bali kepada masyarakat luas, termasuk dunia internasional.

“Kegiatan ini tidak semata-mata merupakan kegiatan fisik maupun kegiatan keagamaan yang sakral, tetapi juga membawa pesan perdamaian yang dipancarkan dari Bali dan akan melintasi empat provinsi. Kami yakin kegiatan ini akan menjadi perhatian masyarakat dunia,” ujar Koster usai mendampingi Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Muhammad Syafi’i melepas perjalanan suci para Bhikkhu.

Menurutnya, semangat perjalanan damai tersebut sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menitikberatkan pada upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya.

BACA :  Pimpinan dan Anggota DPRD Mengucapkan Selamat HUT ke-822 Kabupaten Bangli

Nilai toleransi dan kedamaian dinilai menjadi pondasi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.

“Semoga kegiatan yang dijalankan dengan niat mulia dan suci ini benar-benar menjadi sumber inspirasi bagi kita semua untuk hidup dalam toleransi dan kedamaian,” imbuhnya.

Disisi lain, kehadiran Bupati Sutjidra dan Wakil Bupati Supriatna dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng terhadap penguatan nilai toleransi, kerukunan umat beragama, serta penyebaran pesan perdamaian melalui kegiatan spiritual dan kemanusiaan.

Penulis: Nyoman Darma

Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular