EROPA, BALIPUSPANEWS.com – Liga Champions UEFA secara resmi memasuki babak baru dengan format kompetisi yang direvolusi mulai musim 2024/2025. Perubahan signifikan ini, yang merupakan yang pertama sejak 2003/2004, tidak hanya bertujuan meningkatkan daya saing, tetapi juga menjanjikan distribusi ekonomi yang lebih besar bagi para klub peserta.
Seperti dilansir dari laporan yang beredar, UEFA berkomitmen mendistribusikan total hadiah uang sebesar 2,467 miliar euro (sekitar Rp 42,4 triliun dengan kurs saat ini). Jumlah ini naik secara substansial dari format sebelumnya, seiring dengan bertambahnya jumlah tim peserta dan pertandingan.
Perubahan paling mencolok adalah dihapusnya fase grup tradisional. Kini, 36 tim peserta akan berkompetisi dalam satu klasemen liga tunggal. Setiap tim akan memainkan delapan pertandingan di fase liga, dengan empat laga kandang dan empat laga tandang, menghadapi delapan lawan berbeda yang ditentukan dari undian pot unggulan.
Delapan tim teratas di klasemen akhir fase liga akan langsung melaju ke babak 16 besar. Sementara itu, tim yang menempati peringkat 9 hingga 24 akan menjalani babak play-off dua leg untuk memperebutkan delapan tiket tersisa ke fase gugur. Tim yang finis di peringkat 25 atau lebih rendah akan tersingkir dari kompetisi Eropa, tanpa ada kesempatan turun kasta ke Liga Europa.
Dengan format baru ini, total pertandingan di Liga Champions akan meningkat dari 125 menjadi 189 laga, menjanjikan lebih banyak aksi dan potensi pendapatan bagi klub. Selain itu, hadiah partisipasi dasar juga dinaikkan, memastikan setiap klub mendapatkan porsi yang lebih adil dan menarik dari kue pendapatan kompetisi.



