INGGRIS, BALIPUSPANEWS.com – Seorang mahasiswi arkeologi asal Florida, Amerika Serikat, berhasil membuat penemuan luar biasa saat melakukan penggalian pertamanya di Inggris. Yara Souza, mahasiswa Newcastle University yang berasal dari Orlando, menemukan sebuah artefak emas kuno hanya dalam waktu 90 menit setelah memulai ekskavasi.
Artefak tersebut berupa benda kecil berukuran sekitar empat sentimeter dengan bentuk menyerupai tombol atau kepala bulat kecil. Para ahli memperkirakan artefak itu berasal dari abad ke-9, sekitar tahun 800–1000 Masehi.
Profesor James Gerrard, pakar Arkeologi Romawi dari Newcastle sekaligus direktur ekskavasi, menjelaskan bahwa temuan ini kemungkinan bukan sekadar perhiasan. “Benda ini bisa jadi memiliki makna religius atau digunakan dalam upacara tertentu. Penemuan ini juga menunjukkan bahwa kawasan Dere Street tetap penting setelah masa Romawi,” ujarnya.
Penemuan ini serupa dengan artefak lain yang ditemukan pada 2021 oleh seorang pendeteksi logam di lokasi yang sama, dekat Dere Street, Northumberland. Hal ini membuat para ahli menduga bahwa kedua artefak tersebut memang sengaja dikubur untuk tujuan khusus.
Yara Souza mengaku terkejut dengan penemuannya. “Saya benar-benar tidak menyangka bisa menemukan sesuatu secepat ini. Rasanya sangat luar biasa,” ungkapnya.
Menurut Andrew Agate dari UK’s Portable Antiquities Scheme, penemuan ini menjadi contoh penting kolaborasi antara pendeteksi logam dan arkeolog dalam memperkaya pengetahuan tentang sejarah Inggris, khususnya wilayah timur laut.



