Sabtu, Agustus 15, 2026

Ribuan Pelajar Tegallalang Pawai Obor, Semarak HUT ke-81 RI dengan Kearifan Lokal Bali

- Advertisement -
- Advertisement -

GIANYAR, balipuspanews.com – Ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, mengikuti pawai obor pada Jumat (14/8/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus HUT ke-68 Provinsi Bali.

Pawai berlangsung meriah dengan tetap mengedepankan penghormatan terhadap jasa para pahlawan dan pelestarian kearifan lokal Bali. Ribuan pelajar SD, SMP, hingga SMA/SMK berjalan kaki membawa obor dari Taman Makam Pahlawan Tegallalang menuju Lapangan Umum Tegallalang.

Sebelum pawai dimulai, kegiatan diawali dengan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Tegallalang. Prosesi tersebut dipimpin Camat Tegallalang Ni Wayan Ari Trisna Handayani, didampingi Kapolsek Tegallalang, Danramil Tegallalang, serta para kepala desa se-Kecamatan Tegallalang.

Ziarah diawali dengan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peserta kemudian melakukan tabur bunga di sekitar Tugu Pahlawan Tegallalang.

Camat Tegallalang Ni Wayan Ari Trisna Handayani mengatakan, ziarah menjadi momentum untuk mengenang sekaligus menghargai jasa para pahlawan.

Menurutnya, semangat perjuangan tersebut perlu dikenalkan kepada generasi muda melalui kegiatan yang melibatkan mereka secara langsung.

BACA :  Kerajinan Warga Binaan Rutan Gianyar Bernilai Ekonomi, Produk Dipesan Masyarakat

“Kami ingin generasi muda tidak hanya menikmati hasil kemerdekaan, tetapi juga memahami bahwa kemerdekaan ini diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, semangat perjuangan tersebut harus terus kita wariskan,” ujarnya.

Menurutnya, pelibatan pelajar dalam rangkaian kegiatan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus memperkenalkan nilai kebersamaan dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Usai prosesi ziarah, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kecamatan Tegallalang. Para anggota Paskibraka dikukuhkan untuk menjalankan tugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Tegallalang.

Setelah pengukuhan, seluruh anggota Paskibraka memberikan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan menjadi bagian dari persiapan para pelajar yang dipercaya mengemban tugas dalam upacara kemerdekaan.

Setelah seluruh prosesi di Taman Makam Pahlawan selesai, ribuan peserta bergerak menuju Lapangan Umum Tegallalang. Para siswa berjalan dalam barisan sambil membawa obor.

Cahaya obor yang menyala sepanjang perjalanan membuat suasana malam di Tegallalang semakin semarak. Pawai juga diiringi kelompok beleganjur yang dimainkan para siswa.

BACA :  Pimpinan dan Anggota DPRD Bangli Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Tabuhan gamelan khas Bali berpadu dengan cahaya obor yang dibawa ribuan pelajar. Perpaduan semangat nasionalisme dan budaya Bali tersebut menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian peringatan tahun ini.

Kegiatan itu tidak hanya menjadi bagian dari perayaan menyambut kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk terlibat langsung dalam menjaga tradisi dan kesenian Bali.

Ni Wayan Ari Trisna Handayani
mengatakan, pelibatan generasi muda dalam kegiatan berbasis budaya penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus menumbuhkan rasa bangga sebagai warga Indonesia sekaligus bangga dengan budaya Bali. Anak-anak kita adalah generasi penerus, sehingga sejak dini perlu ditanamkan rasa cinta tanah air, kebersamaan, dan kepedulian terhadap budaya,” katanya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari semangat memperingati HUT ke-68 Provinsi Bali. Karena itu, pelaksanaannya dikemas dengan mengedepankan kearifan lokal agar peringatan hari besar nasional dan daerah dapat berjalan beriringan.

“Kami kemas dengan kearifan lokal yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Anak-anak sekolah menjadi bagian utama dalam pawai obor ini, sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjaga dan meneruskan tradisi,” imbuhnya.

BACA :  HUT ke-68 Bali, Ketua DPRD Bali Apresiasi Dukungan Masyarakat, Tokoh, dan Seniman dalam Menjaga Bali

Ribuan pelajar kemudian melanjutkan perjalanan dari Taman Makam Pahlawan Tegallalang menuju Lapangan Umum Tegallalang. Sepanjang perjalanan, barisan siswa membawa obor dengan tertib, sementara iringan beleganjur menambah semarak suasana.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang interaksi antara pelajar, masyarakat, dan unsur pemerintahan di Kecamatan Tegallalang. Keterlibatan berbagai unsur dalam satu rangkaian kegiatan memperlihatkan semangat kebersamaan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pawai obor juga menjadi simbol estafet semangat perjuangan dari generasi terdahulu kepada generasi penerus. Jika para pahlawan dahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, generasi muda kini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, prestasi, menjaga persatuan, serta melestarikan budaya.

Dengan menggabungkan ziarah pahlawan, pengukuhan Paskibraka, pawai obor, dan seni beleganjur, peringatan HUT ke-81 RI dan HUT ke-68 Provinsi Bali di Kecamatan Tegallalang tidak sekadar menjadi seremoni.

Rangkaian tersebut sekaligus menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenang jasa pahlawan, menumbuhkan nasionalisme, dan menjaga kearifan lokal Bali agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Penulis : Ketut Catur
Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular