Sampaikan Undangan Pelantikan Prabowo-Gibran, Pimpinan MPR RI Kunjungi Mantan Presiden dan Wapres

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com– Ketua MPR RI, Ahmad Muzani bersama rombongan pimpinan MPR RI lainnya, menemui Wakil Presiden (Wapres) RI ke-6, Jenderal TNI (Purn) H Try Sutrisno, di kediamannya, Jalan Purwakarta No.6 Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2024).

Kedatangan Ahmad Muzani bersama rombongan ini merupakan serangkaian silaturrahmi pimpinan MPR RI untuk menyampaikan surat undangan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2024–2029, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pada 20 Oktober 2024.

Selain menemui mantan Wapres Try Sutrisno, hari ini pimpinan MPR RI juga mengunjungi mantan Wapres ke 10 dan ke 12, Muhammad Jusuf Kalla dengan agenda yang sama. Selain itu, Pimpinan MPR juga melakukan hal sama dengan mengunjungi Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Rencananya besok, pimpinan MPR RI akan melakukan hal serupa dengan mengunjungi Wapres ke 11, Boediono dan Presiden RI ke 5 yang juga Wapres ke 9 Megawati Soekarnoputri. Semua mantan Presiden dan mantan Wapres serta pimpinan lembaga tinggi negara juga akan ditemui Pimpinan MPR RI.

BACA :  Komisi III DPR Dukung Proses Hukum Pelaku Eksploitasi Anak Ikut Demo 27 Agustus

”Hari ini kami hadir di kediaman Pak Try Sutrisno untuk memperkenalkan komposisi pimpinan MPR RI periode 2024–2029 yang baru dilantik pada 3 Oktober 2024 sekaligus memperkenalkan diri kepada beliau. Dan beliau menyampaikan, Insya Allah akan hadir. Tentu ini merupakan kegembiraan dan rasa syukur bagi kami, karena beliau sudi hadir dalam acara pelantikan tersebut,” kata Muzani.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Muzani menyampaikan beberapa pesan dari Try Sutrisno, termasuk pentingnya peran MPR RI dalam menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Empat Pilar MPR.

”Pak Try Sutrisno menekankan agar Pancasila dipertahankan kinerja tenaganya dan tidak boleh digeser dengan alasan apapun,” ujarnya.

Ahmad Muzani yang juga Sekjen Partai Gerindra menambahkan MPR RI berkomitmen menjaga Pancasila bersama seluruh bangsa Indonesia. Selain itu, Try Sutrisno juga meminta agar Pembukaan UUD 1945 tidak diubah dengan alasan apapun.

”NKRI juga diminta untuk dipertahankan,” ucapnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa Try Sutrisno memberi masukan kepada MPR RI mengenai amandemen UUD 1945. Amandemen perlu dipertimbangkan dengan matang. Jika ada amandemen, misalnya terkait GBHN yang kini menjadi PPHN, hal tersebut diharapkan dapat menjadi penyempurna dan penguatan konstitusi.

BACA :  Perlu Basis DTSEN Representatif dan Afirmasi di Daerah 3T

Ia juga menilai Try Sutrisno sebagai sosok yang sangat konsen terhadap penyelenggaraan sistem kenegaraan dan pemerintahan.

”Beliau ingin amandemen sebagai jalan untuk mengembalikan sistem pemerintahan yang sesuai dengan tujuan para pendiri bangsa. Beliau tidak ingin amandemen dilakukan yang malah menjauhkan bangsa ini dari cita-cita para pendiri bangsa,” ungkapnya.

Hadir mendampingi Ahmad Muzani dalam kegiatan silaturrahmi tersebut di antaranya; Bambang Wuryanto, Rusdi Kirana, Eddy Dwiyanto Soeparno, dan Abcandra Muhammad Akbar Supratman. Selain itu, hadir pula Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI, Siti Fauzia.

”Tidak semua pimpinan MPR RI hadir dalam kunjungan ini. Karena yang lain masih ada kegiatan di tempat lain. Yang bisa datang ke tempat ini adalah kawan-kawan yang memungkinkan bisa datang,” tegas Muzani.

Penulis: Hardianto
Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular