Sekda dan BPBD Bali disambut Ketua Pasebaya saat kunjungannya kemarin.
Sekda dan BPBD Bali disambut Ketua Pasebaya saat kunjungannya kemarin.

SELAT, balipuspanews.com- Sekda Provins Bali didampingi Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengunjungi Posko Induk Pasebaya Agung di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem, guna merampungkan Penyusunan Rencana Evakuasi Berbasis Banjar atau Dusun (PREBB) di 28 Desa Lingkar Gunung Agung.

Momen ini juga sebagai melepas kangen dengan Pasebaya (Pasemetonan Jaga Baya) Relawan Kebencanaan yang memang dibentuk dan diinisiasi oleh Dewa Made Indra yang saat itu masih Kalaksa BPBD Provinsi Bali 2017.

sewa motor matic murah dibali

Diterima oleh Ketua Pasebaya Gede Pawana, berbincang santai tentang kondisi terkini Gunung Agung, dan berpesan agar terus jalin komunikasi dan melakukan edukasi kepada masyarakat.

Kunjungan Sekda didampingi oleh Kalaksa BPBD Provinsi Bali Made Rentin dan beberapa staf BPBD Bali, disambut gembira oleh beberapa orang Korps Relawan Baju Orange.

“Kunjungan dan pertemuan berlangsung singkat tetapi maknanya sangat mendalam terutama sebagai suntikan motivasi bagi kami para relawan,” tutur Gede Pawana, Rabu (5/6) kemarin.

Saat kunjungan, kondisi dan aktivitas Gunung Agung terpantau landai dan tenang, masih pada level III (Siaga), aktivitas masyarakat tetap normal lancar, tetapi dihimbau tetap tingkatkan kesiap-siagaan, lengkapi diri dengan APD (Alat Pelindung Diri) minimal masker saat beraktivitas di luar rumah.

Sementara Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali Made Rentin menjelaskan, hal ini bertujuan untuk memetakan dan melakukan pendataan penduduk secara riil yang berada pada daerah (desa) terdampak, dan untuk mengetahui kemana rencana evakuasi yang akan dilakukan jika erupsi Gunung Agung terjadi.

“Ini adalah bagian penting dalam menyusun kesiapsiagaan bagi masyarakat terdampak, krama Karangasem khususnya,” tegas Rentin.

Disamping itu, lanjut Rentin, bahwa kunjungan ini sudah lama direncanakan, namun baru bisa terealisasi hari ini, mengingat kesibukan Sekda Bali pada beberapa agenda penting Pemprov. Bali, terakhir kemarin (4/6) Pencanangan Pelaksanaan Perda Desa Adat di Wantilan Pura Samuhan Tiga, Desa Bedulu, Kec. Blahbatuh, Gianyar.

Lebih lanjut Rentin menjelaskan, bahwa Sekda Bali (Dewa Made Indra) yang mantan Kalaksa BPBD Bali, memang sangat mencintai tugas kemanusiaan dibidang Penanggulangan Bencana.

“Kendatipun sudah sebagai Sekda, beberapa kegiatan BPBD beliau selalu hadir, “saya pinjam istilahnya Pak Sekda, kembali ke habitat jika berada di tengah-tengah sahabat tangguh,” tutur Rentin.

Hal ini menunjukan bahwa seorang pemimpin selalu dekat dengan masyarakat, tidak hanya kedekatan secara fisik tetapi juga kedekatan emosional, bahwa sang pemimpin diterima bahkan sangat dirindukan kehadirannya di tengah masyarakat.

Pertemuan keakraban itu diakhiri “protes” dari Guru Gede panggilan akrab Gede Pawana sang Perbekel sejuta prestasi, dengan aplikasi smart desanya bahkan mendapat rekor MURI. Pawana belum puas bernostalgia dan berkeluh kesah, tapi pertemuan harus ditutup karena Sekda bersama rombongan harus melanjutkan perjalanan untuk agenda berikutnya.

“Matur suksema Jik Sekda dan juga Pak Kalaksa, pertemuan singkat tapi penuh makna,” ucap singkat sang Ketua Forum Perbekel sambil mengantar rombongan menuju mobil”. (bud/bpn/tim)