BULELENG, balipuspanews.com – Pasien sembuh di Kabupaten Buleleng terus mengalami peningkatan, akan tetapi peningkatan itu justru membawa kabar duka dengan bertambahnya satu pasien meninggal dunia.
Seksi Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng, Dr. Drs. I Ketut Suweca, M.Si menyampaikan bahwa peningkatan angka kesembuhan yang signifikan, pada Kamis (27/8/2020), tercatat sebanyak 22 orang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Dari 22 orang tersebut diantaranya 2 orang yang sembuh itu terdiri dari 13 orang dari Kecamatan Buleleng, 3 orang dari Kecamatan Sukasada, 4 orang dari Kecamatan Sawan, dan 2 orang dari Kecamatan Banjar.
“Di luar itu, kasus terkonfirmasi baru masih tetap terjadi di Buleleng dengan rincian dipaparkan oleh Suweca yaitu 6 orang yang terdiri dari 4 orang dari Kecamatan Buleleng dan 2 orang dari Kecamatan Sukasada,” terangnya.
Tak hanya itu pihaknya juga menyebutkan bahwa ada satu tambahan kasus meninggal dunia yang berasal dari Kecamatan Sukasada. Terkait data perkembangan lainnya.
“Secara kumulatif jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 331 orang dengan rincian, sembuh sebanyak 316 orang, kasus meninggal bertambah 1 orang, dan sedang dirawat di Buleleng sebanyak 11 orang,” paparnya.
Dari jumlah total pasien konfirmasi itu, masing-masing dirawat di RSUD 2 orang, di RS Giri Emas 2 orang dan 7 orang isolasi mandiri. Sedangkan untuk kasus suspek kumulatifnya sebanyak 577 orang, dengan rincian suspek konfirmasi sebanyak 147 orang, discarded sebanyak 260 orang, suspek masih dipantau sebanyak 156 orang, probable sebanyak 14 orang.
Sementara itu, perkembangan kasus kontak erat di Buleleng juga mengalami peningkatan menjadi 4.407 orang, dengan rincian kontak erat konfirmasi 164 orang, discarded 3.439 orang, karantina mandiri sebanyak 665 orang, dan kontak erat menjadi suspek sebanyak 139 orang. Terakhir diungkapkan oleh Suweca kasus konfirmasi non suspek/kontak erat berjumlah 20 orang,
Disisi lain Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd meminta masyarakat tetap menjadikan protokol kesehatan sebagai syarat utama agar bisa dijauhkan dari covid 19. Bahkan hal tersebut ditekankan meski setiap orang ada yang merasa tak bergejala akan tetapi harus tetap memakai masker tetap jaga jarak, tetap cuci tangan sesering mungkin
“Protokol kesehatan jadi syarat utama untuk mencegah penyebaran, bahkan meski merasa tak ada gejala harus tetap pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan sesering mungkin,” tutupnya.
Penulis : Nyoman Darma
Editor : Oka Suryawan



