Jumat, Juni 14, 2024
BerandaBadungSeminar Blue Economy Serangkaian WWF, Pj Gubernur Paparkan Potensi Kelautan Bali

Seminar Blue Economy Serangkaian WWF, Pj Gubernur Paparkan Potensi Kelautan Bali

BADUNG, balipuspanew.com – World Water Forum ke-10 sedang berlangsung hari ini, Minggu (19/5/2024). Selain agenda utama Konferensi Tingkat Tinggi yang membahas air, ajang WWF, Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan agenda paralel dengan tema Blue Economy Innovation: For Shared Prosperity.

Forum ini membahas strategi inovatif dan inklusif untuk mendorong kemakmuran masyarakat pesisir dan keberlanjutan dalam menghadapi tantangan lingkungan yang berkembang. Penjabat Gubernur Bali S. M. Mahendra Jaya menjadi salah satu pembicara utama pada pertemuan yang digelar di Nusa Dua, Badung.

Dalam paparannya Mahendra Jaya mengatakan, Pemerintah Provinsi Bali mengelola sumber daya kelautan secara berkelanjutan dan konservasi dalam rangka pertumbuhan ekonomi dengan prinsip mengutamakan partisipasi masyarakat efisiensi sumber daya, menciptakan nilai tambah ganda multiple revenue melibatkan tenaga kerja yang lebih banyak dan dengan menghasilkan limbah minimal dan zero waste.

“Tujuan implementasi blue economy ini adalah menjamin kelestarian keanekaragaman hayati laut dan ekosistem laut serta lingkungan pesisir dan laut secara berkelanjutan, mendorong pertumbuhan ekonomi di industri kelautan dan perikanan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat pesisir,” ujarnya.

BACA :  Mahendra Jaya Paparkan Pola Pemprov Tangani Kemiskinan di Bali

Ia menambahkan, potensi ekonomi kelautan Bali cukup melimpah yang meliputi perikanan yang terdiri dari perikanan tangkap, akuakultur dan industri pengolahan, industri bioteknologi kelautan, wisata bahari, angkutan antar pulau dan antar provinsi serta sumber daya non konvensional seperti potensi ocean thermal energy conservation yang sangat tinggi di laut Bali utara, industri air laut dalam dan industri garam yang juga sangat potensial.

Dalam konteks pembangunan pariwisata Bali, laut adalah potensi pengembangan wisata bahari di sepanjang garis pantai Bali wisata bahari memungkinkan potensi wilayah laut masing-masing daerah dapat dikembangkan tidak harus sama satu dengan yang lain.

Hal ini memungkinkan terjadinya diversifikasi objek wisata sehingga masing-masing daerah di Bali memiliki kekhasan yang menjadi daya tarik pariwisata. Dengan pariwisata bahari, pariwisata akan berkembang dengan ekosistem laut yang tetap lestari tetapi dapat memberikan kesejahteraan masyarakat.

“Semua potensi tersebut dikembangkan dengan menerapkan praktik nilai-nilai kearifan lokal Bali dengan menghindari praktek eksploitasi secara berlebihan dengan pengembangan blue economy berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal alam dan budaya Bali akan tetap lestari sementara masyarakat Bali akan hidup lebih sejahtera,” ujarnya lagi.

BACA :  Cegah Perundungan, Bupati Gede Dana Sosialisasi ke Sekolah

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan blue economy berfungsi sebagai respons terhadap tiga krisis yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati serta polusi dan limbah.

“Kedua, ekonomi biru menjadi penting karena modalitasnya mengingat sekitar 70% planet kita ditutupi oleh air,” pungkasnya.

Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular