Sempat Mencabut Perbup 39 Soal Sanksi Denda Bagi Warga Tak Pakai Masker, Bupati Made Gianyar Meralat Keputusannya

Bupati Bangli Made Gianyar
Bupati Bangli Made Gianyar

BANGLI, balipuspanews.com – Belum ada beberapa hari menyatakan mencabut Perbub 39 tahun 2020 tentang pembayaran denda Rp. 100 ribu bagi warga yang tidak memakai masker di depan umum, Bupati Bangli Made Gianyar menyatakan meralat pencabutan tersebut.

Menurutnya, hal itu didasari oleh peraturan yang lebih tinggi yakni Pergub Nomor 46 tahun 2020.

“Saya selaku Bupati tidak bisa mencabut sanksi denda itu, karena diatur oleh peraturan yang lebih tinggi diatasnya. Sehingga kemarin, terkait Perbup No 39 tahun 2020 yang mengatur tentang denda diralat untuk dicabut,” kata Gianyar, melalui video yang diunggah pada akun Facebook Protokol Kerjasama dan Komunikasi Publik Setda Kabupaten Bangli, Sabtu (12/9/2020).

Diakui Gianyar, dikeluarkannya Perbup Nomor 39 tahun 2020 adalah atas turunan integral dari Pergub Nomor 46 tahun 2020.

Sementara itu, alasan Gianyar, sempat mencabut sanksi denda lantaran merasa kasihan dan terketuk hatinya ketika membaca medsos, dan dilihatnya keluhan masyarakat akan keadaan sulit di tengah pandemi seperti sekarang ini.

Ditambahkannya juga, karena saking cintanya terhadap masyarakat, sehingga dirinya melupakan bahwa sanksi denda diatur oleh peraturan yang lebih tinggi.

Bupati memilih mengedepankan pembinaan, kalau berulang kali melakukan pelanggaran baru dikenakan denda.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati asal Bunutin, Kintamani ini juga mengajak seluruh masyarakat Bangli agar sadar terkait pentingnya menerapkan protokol kesehatan guna mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangli.

Lanjut, Bupati Bangli menegaskan, bahwa setelah Galungan pihaknya bersama segenap jajaran akan mensosialisasikan Perbup Nomor 39 tahun 2020 ke desa-desa. Dengan harapan untuk membangun kesadaran masyarakat Bangli.

Hal itu tidak lain untuk menekan jumlah kasus Covid-19 di Bangli, yang akhir-akhir ini trus mengalami peningkatan.

PENULIS : Komang Rizki

EDITOR : Oka Suryawan