Sempat Ricuh, Demo di Gedung DPR Desak Batalkan Kenaikan Tunjangan Dewan

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Demonstrasi mahasiswa dan koalisi aliansi masyarakat di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (25/8/2025) sempat berlangsung ricuh.

Para pengunjuk rasa mendesak pembatalan kenaikan tunjangan Anggota DPR terutama tunjangan rumah Anggota DPR sebesar Rp 50 juta sehingga total tunjangan yang diperoleh mencapai Rp100 juta. Selain kenaikan tunjangan Anggota DPR RI, demonstran juga menuntut pemberantasan praktik korupsi para pejabat negara, dan cegah oligarki kekuasaan.

Saat unjuk rasa berlangsung, terjadi dorong mendorong aparat keamanan yang berupaya menghalau demonstran. Polisi terus berupaya menghalau ribuan demonstran menjauh dari gedung DPR. Petugaspun menggunakan water canon untuk membubarkan konsentrasi massa. Berhasil, konsentrasi massa terpecah, ada yang mundur ke arah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagian lagi mundur ke arah Slipi.

Tak menyerah, pengunjuk rasa mengalihkan unjuk rasa ke pintu gerbang belakang gedung DPR di jalan Tentara Pelajar (Lapangan Tembak Senayan). Di sini, massa kembali melakukan tindakan anarkis. Tampak sebuah sepeda motor dibakar di tengah jalan, demonstrasi lainnya tampak berupaya merusak pagar gedung DPR dan sebagian lagi melakukan aksi pembakaran di pintu gerbang belakang DPR dari tumpukan tanaman dan material lainnya.

BACA :  Bupati Badung Cup Bali 2026 Jadi Ajang Pemanasan Wushu Buleleng Jelang Porprov 2027

Ada juga sebagian peserta unjuk rasa mengibarkan bendera One Piece yang sempat viral menjelang HUT Kemerdekaan RI beberapa waktu lalu. Bendera One Piece dianggap sebagai kekecewaan terhadap penyelenggaraan negara di tanah air.

Unjuk rasa di depan gedung DPR sudah disuarakan oleh warganet sejak pekan lalu. Unjuk pada hari ini merupakan puncak kemarahan publik yang disuarakan para warganet terutama kenaikan tunjangan anggota DPR yang dilaporkan lebih Rp100 juta per bulan.

Hingga menjelang sore, situasi di gedung DPR tampak kondusif. Kendati demikian, aparat keamanan tetap berjaga-jaga untuk memastikan aksi demontrasi tetap berjalan damai.

Aksi demonstrasi di gedung DPR kali ini tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari sejumlah kelompok masyarakat. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di bawah pimpinan Jumhur Hidayat contohnya telah mengingatkan anggotanya agar tidak ikut turun ke jalan. Menurut Jumhur ajakan demonstrasi 25 Agustus ini tidak jelas penanggung jawab maupun isu yang diangkat.

Juga Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh, di bawah Said Iqbal, menyatakan bahwa mereka memang akan menggelar aksi besar, tetapi jadwalnya adalah 28 Agustus 2025, bukan 25 Agustus.

BACA :  Bupati Sanjaya Buka Pangkung Karung Kite Festival III, Tabanan Didorong Jadi Pusat Berkumpulnya Berbagai Komunitas

Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular