Tekan Kebocoran Air, 2026, PAM Tirta Sanjiwani Gianyar Fokus Digitalisasi

- Advertisement -
- Advertisement -

GIANYAR, balipuspanews.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Sanjiwani (PAMTS) Kabupaten Gianyar berhasil menutup tahun buku 2025 dengan kinerja efisiensi yang melampaui target anggaran. Dalam Media Briefing Tahun 2026 yang digelar di Kantor Pusat PAMTS Gianyar, Selasa (6/1/2026), perusahaan daerah ini melaporkan penurunan tingkat kehilangan air atau Air Tak Berekening (ATR) yang signifikan sembari mencatatkan pertumbuhan pelanggan yang kembali menanjak.

Direktur Utama PAMTS, I Wayan Suastika, yang didampingi Direktur Umum Ni Ketut Dewi Mahitri dan Dewan Pengawas I Wayan Karya, mengungkapkan rasa syukurnya atas efisiensi operasional yang menjadi sorotan utama kinerja tahun lalu. Berdasarkan data neraca air perusahaan, realisasi tingkat kehilangan air (ATR) pada tahun 2025 tercatat sebesar 33,27 persen.

“Kami bersyukur realisasi ATR tahun 2025 tercatat 33,27 persen, angka ini lebih efisien 0,20 persen dibanding target anggaran kami di angka 33,47 persen. Ini membuktikan kerja keras tim di lapangan dalam menekan kebocoran, baik fisik maupun administratif, membuahkan hasil,” ujarnya.

BACA :  Bupati Badung Cup Bali 2026 Jadi Ajang Pemanasan Wushu Buleleng Jelang Porprov 2027

Suastika merinci bahwa dari total volume distribusi air yang mencapai 19,67 juta meter kubik, volume konsumsi riil yang terukur di pelanggan tercatat sebesar 13,12 juta meter kubik.

Tren positif juga terlihat dari sisi jumlah pelanggan yang terus mengalami pemulihan pascapandemi. Grafik pertumbuhan pelanggan PAMTS menunjukkan kenaikan konsisten sejak 2022, hingga akhirnya menembus angka 61.576 Sambungan Rumah (SR) di akhir 2025.

“Pertumbuhan pelanggan yang kini mencapai lebih dari 61 ribu sambungan adalah indikator nyata pulihnya kepercayaan publik dan geliat ekonomi Gianyar. Amanah ini harus kami jawab dengan kestabilan layanan,” tambah Suastika.

Menyambut tahun kerja 2026, manajemen PAMTS telah merumuskan strategi komprehensif yang bertumpu pada empat pilar utama. Suastika menegaskan bahwa fokus perusahaan tidak hanya pada ekspansi, melainkan pada keandalan sistem. Fokus tersebut meliputi jaminan keandalan distribusi melalui optimalisasi jaringan, pengamanan sumber air baku, perbaikan infrastruktur, hingga penguatan layanan pelanggan.

Terkait fokus masa depan ini, Suastika menekankan pentingnya transformasi teknologi.

“Tahun 2026, fokus kami adalah penguatan layanan pelanggan berbasis digital. Kami ingin respons pengaduan lebih cepat dan akses informasi lebih mudah bagi masyarakat. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan untuk mempercepat penanganan keluhan pelanggan,” tegasnya.

BACA :  Pemkot Denpasar Bersama Forkopimda Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Manggarai

Selain digitalisasi, ia juga menyoroti pentingnya peremajaan infrastruktur secara bertahap, mengingat masih adanya pipa-pipa tua yang kerap menjadi sumber kebocoran. Langkah ini akan berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlanjutan pasokan air baku di tengah tantangan perubahan iklim.

Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular