BULELENG, balipuspanews.com – Seorang perempuan dari Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Jatim) bernama Risqy Amalia,25, merupakan salah satu dari total 5 orang penumpang kapal perintis dari Sapekan tujuan Celukan Bawang, pada Minggu (20/6/2021) lalu. Saat tiba di Pelabuhan Celukan Bawang, mereka menjalani isolasi setelah hasil Test Antigen dinyatakan reaktif.
Akan tetap setelah menjalani isolasi selama seminggu, mereka pun kemudian diperbolehkan kembali ke kampung halamannya setelah hasil Test Antigen menyatakan negatif.
Hanya saja pada Minggu (4/7/2021) lalu, ketika dilakukan Test Antigen kembali, pasangan suami istri ini dinyatakan positif hingga akhirnya keduanya kembali menjalani isolasi di sebuah hotel di kawasan Celukan Bawang.
Ditempat isolasi itu, untuk biaya hotel maupun biaya hidup lainnya ditanggung oleh mereka sendiri, kemudian guna mengurangi sedikit beban mereka warga Desa Celukan Bawang bergotong royong memberikan bantuan.
Lalu pada Selasa (6/7/2021) keduanya kembali menjalani Swab Test oleh Satgas Covid-19 Buleleng. Hasilnya, Risqy dinyatakan negatif, namun suaminya masih positif Covid-19.
Usai dinyatakan negatif, Risqy pun mengalami konstraksi hebat, dan dilarikan ke RS Santi Graha Seririt untuk mendapatkan penanganan medis. Di rumah sakit tersebut, Risqy melahirkan bayi perempuan sekitar pukul 10.30 WITA dengan proses normal dan bayi dalam kondisi sehat.
“Persalinan telah berjalan normal dan kami lakukan tindakan sesuai standar. Terlebih si ibu dalam kondisi stabil,” sebut dr. Vivi yang membantu persalinan Risqy.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng Putu Kariaman yang dikonfirmasi Selasa (6/7/2021), mengaku telah menerima laporan terkait hal itu, namun pihaknya mengakui tidak memiliki regulasi untuk memberi bantuan.
“Saat isolasi di hotel, kami telah memberikan bantuan berupa sembako kepada meraka. Ya, kami harap masyarakat bisa membantu meringankan warga Sapeken, jika dilihat dari sisi kemanusiaan,” jelasnya.
Sementara itu Koordinator Bidang Data dan Informasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng, Ketut Suwarmawan mengatakan, dari Satgas Covid-19 Buleleng telah membantu warga Sapeken yang kesulitan tersebut. Selain dari Satgas, relawan maupun perusahaan juga ikut membantu seluruh proses persalinannya.
“Semua pihak telah berkontribusi ikut membantu seluruh proses, dari sebelum melahirkan hingga saar melahirkan. Kebetulan juga yang bersangkutan telah mengantongi fasilitas JKN dari pemerintah, sehingga semua jadi lebih mudah,” tutupnya.
Penulis : Nyoman Darma
Editor : Oka Suryawan



