GIANYAR, balipuspanews.com – Pemilihan Kepala Desa (Perbekel) Kenderan, Tegallalang, Gianyar, mulai terasa seperti pesta demokrasi tingkat daerah. Pengundian nomor urut dua calon Perbekel dikemas meriah dengan nuansa layaknya tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Senin (24/8/2026).
Pengundian berlangsung di halaman Kantor Desa Kenderan dan disaksikan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah kecamatan, aparat keamanan, prajuru adat, tokoh masyarakat hingga kalangan pemuda.
Dua calon yang telah ditetapkan pada 17 Agustus 2026 mengikuti pengundian nomor urut tersebut. Keduanya yakni calon petahana I Dewa Gede Jaya Kesuma dari Banjar Kenderan dan penantang baru I Made Darmawan dari Banjar Tangkas.
Suasana pengundian semakin semarak karena panitia tidak sekadar melakukan pengambilan nomor urut secara formal.
Sebelum menentukan nomor urut, terlebih dahulu dilakukan pengundian untuk menentukan calon yang memperoleh kesempatan pertama mengambil nomor.
Mekanisme tersebut dikemas dengan sistem A dan B yang dibawakan oleh penari perempuan. Pengundian kemudian dilakukan oleh istri kepala desa sehingga tahapan Pilkel Kenderan berlangsung dengan suasana penuh antusiasme, namun tetap tertib.
Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Kenderan, Anak Agung Gde Putra, mengatakan seluruh tahapan Pilkel disusun berdasarkan petunjuk teknis yang diberikan Pemerintah Kabupaten Gianyar.
“Setelah kami dilantik bulan Juni, kami sudah melakukan langkah-langkah, mulai dari penyusunan tata tertib, sosialisasi, pendaftaran calon, penetapan calon, dan saat ini pengundian nomor urut. Selanjutnya akan ada penetapan DPT, pelatihan-pelatihan dan tahapan lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, kemeriahan pengundian nomor urut tidak lepas dari dukungan masyarakat di masing-masing banjar. Kesenian berupa tabuh dan tarian yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan masyarakat agar seluruh proses Pilkel berjalan lancar.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh komponen masyarakat. Pelaksanaan pengundian ini merupakan kerja sama masing-masing banjar. Tidak hanya dalam bentuk dukungan, tetapi juga ada tabuh dan tarian. Ini membuktikan masyarakat sangat mendukung agar Pilkel Desa Kenderan berjalan dengan baik dan lancar hingga menghasilkan pemimpin yang baik untuk Desa Kenderan,” kata Gde Putra.
Desa Kenderan memiliki 10 banjar, yakni Banjar Dlod Blumbang, Pande, Tangkas, Tengah, Triwangsa, Gunaksa, Kenderan, Kepitu, Pinjul, dan Dukuh.
Berdasarkan Daftar Pemilih Sementara (DPS), tercatat sebanyak 4.340 pemilih yang akan menggunakan hak pilih dalam Pilkel Kenderan 2026.
Sementara itu, Camat Tegallalang Ni Wayan Trisna Handayani mengapresiasi kemeriahan tahapan pengundian nomor urut calon perbekel Kenderan. Ia menyebut pelaksanaan pengundian tersebut menjadi salah satu yang paling meriah di wilayah Kecamatan Tegallalang.
“Ini yang paling meriah rasanya di Kecamatan Tegallalang. Nanti pada tanggal 20 September kita bersama-sama melaksanakan Pilkel,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa nomor urut yang diperoleh masing-masing calon bukan sekadar simbol dalam kontestasi, tetapi harus dapat dipertanggungjawabkan dalam proses demokrasi.
Menurutnya, dalam sebuah kontestasi hanya akan ada satu calon yang terpilih. Karena itu, siapapun yang nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat diharapkan mampu membangun Desa Kenderan secara bersama-sama.
“Tidak mungkin ada dua pemenang, pasti salah satu. Saya harap siapapun yang menjadi pemenang di Desa Kenderan dapat membangun secara bersama-sama,” katanya.
Trisna juga berharap pelaksanaan pemungutan suara pada 20 September 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar. Ia mengajak seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih untuk menggunakan hak politiknya.
“Harapan saya pemilihan perbekel pada tanggal 20 September nanti dapat berjalan dengan baik, aman, dan tertib. Ngiring sareng-sareng tanggal 20 September luangkan waktu sebentar. Yang punya hak pilih, mari ikut memilih,” pungkasnya.
Dengan dua calon yang bertarung, Pilkel Kenderan 2026 dipastikan menjadi kontestasi yang menarik. Petahana I Dewa Gede Jaya Kesuma akan berupaya mempertahankan kepemimpinannya, sementara I Made Darmawan hadir sebagai penantang baru yang membawa harapan perubahan.
Kini, setelah nomor urut ditetapkan, perhatian masyarakat Kenderan beralih pada tahapan berikutnya hingga hari pemungutan suara pada 20 September 2026.
Penulis : Ketut Catur
Editor : Oka Suryawan



