Rabu, April 17, 2024
BerandaNasionalJakartaAnggota DPD RI Duga Bansos Ugal-ugalan Beri Andil Lonjakan Harga Beras

Anggota DPD RI Duga Bansos Ugal-ugalan Beri Andil Lonjakan Harga Beras

JAKARTA, balipuspanews.com – Harga beras secara nasional merambat naik pasca Pemilu 2024 yang kini tembus di angka 18 ribu rupiah. Di antaranya karena pasokan yang berkurang dan permintaan yang tinggi.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Hilmy Muhammad (Gus Hilmy) mengatakan pemicu tingginya harga beras boleh jadi karena pemerintah ugal-ugalan dalam mendistribusikan bantuan sosial (bansos) yang tidak sesuai jadwal dan peruntukannya, bahkan cenderung mengabaikan prosedur.

Menurutnya, krisis beras sudah terjadi sejak tahun lalu akibat iklim dan masalah pertanian. Kendati demikian, pemerintah sudah melakukan mitigasi. Sayangnya, mitigasi yang sudah disiapkan terganggu oleh didistribusi bansos ketika masa kampanye Pemilu 2024.

“Kalau kita lihat, krisis ini sudah sejak tahun lalu dan pemerintah sudah melakukan mitigasi. Tapi sayangnya, pemerintah ugal-ugalan dalam membagikan bansos. Akibatnya, stok di gudang Bulog menipis sebelum waktunya. Ini pemerintah menyalahi manajemen sederhana antara pasokan dan permintaan,” ujar Gus Hilmy dalam siaran tertulis, Kamis (22/2/2024).

Senator dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu menjelaskan jika sesuai jadwal, distribusi bansos beras regular seharusnya dilakukan setiap bulan atau maksimal tiga bulan. Oleh karena itu, ia meyakini faktornya tidak semata karena perubahan iklim atau kondisi pertanian yang tidak kondusif.

BACA :  Wabup Diar Buka Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik Desa Tahun 2024

“Ada faktor lain, ya. Ada kepentingan lain. Padahal pas kampanye kemarin, beras sebagai bagian dari bantuan sosial (bansos) terkesan murah dan mudah didapat, karena dibagi-bagikan kepada semua elemen masyarakat. Aneh juga kalau beras mahal dan langka sesudah Pemilu,” ucap Anggota Komite I DPD RI itu.

Kekhawatiran lain yang dirasakan Gus Hilmy adalah tingginya harga beras akan memicu harga-harga lainnya akan melonjak. Hal ini akan semakin membebani masyarakat.

“Tidak menutup kemungkinan, imbas dari tingginya harga beras ini akan merambat ke bahan-bahan yang lain, seperti cabai, bawang, daging, dan lain sebagainya. Akibatnya tentu semakin memberatkan daya beli masyarakat,” ungkap Gus Hilmy.

Dari stok beras yang terkuras, Gus Hilmy meminta pemerintah untuk segera melakukan skema mitigasi karena ke depan permintaan akan semakin banyak untuk menghadapi Ramadhan dan lebaran.

“Dari data yang kami peroleh, cadangan Bulog terkuras sebanyak 1,32 juta ton. Ini harus segera diatasi. Jangan sampai nantinya masyarakat dibuat sibuk dengan harga-harga bahan makanan pokok, sehingga mereka terganggu dalam menyambut Ramadhan dan Lebaran yang seharusnya diisi dengan memperbanyak ibadah,” tegas Gus Hilmy.

BACA :  Pj Bupati Jendrika Buka Lokasabha V PHDI Kabupaten Klungkung

Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular