Bagian Enam “Karangasem The Spirit of Bali, Daftarkan Salak Warisan Dukuh Sakti ke FAO

- Advertisement -
- Advertisement -

Karangasem, balipuspanews.com – Tagline “Karangasem The Spirit of Bali,” semakin menggelorakan potensi yang ada di Kabupaten yang dijuluk bumi lahar ini, salah satu potensi yang mengandung spirit adalah keberadaan salak Sibeten, Kecamatan Bebandem yang dipercaya warisan Dukuh Sakti itu kian mendunia keberadaannya.

BERITA TERKAIT : Bagian Lima “Karangasem The Spirit of Bali, Pelabuhan dan Dermaga Cruise jadi Mutiara Pesisir Manggis

“Kecamatan Bebandem sebagai agro wisata perkebunan Salak yang buahnya akan menjadi salah satu maskot Karangasem juga akan didaftarkan ke Agriculture Organization Of The United Nations (FAO) sebagai salah satu buah Warisan Budaya Dunia,” kata Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri

Ia mengatakan Bebandem merupakan daerah yang memiliki potensi pengembangan salak karena topografi dan struktur yanahnya yang sangat spesifik sehngga sangat cocok untuk pengembangan salak, sehingga cita rasa dan aroma salak yang dihasilkan dengan berbagai jenis olahan buah salak dan kemasan menarik.

Seperti diketahui, Tanaman buah tropis yang eksotis itu memiliki rasa manis, asam, dan sepat. Mungkin karena kulit buahnya yang bersisik menyerupai kulit ular itu, salak (Salacca zalacca) disebut sebagai snake fruit.

BACA :  NMAX Tabrak Dump Truck Parkir, Dua Warga Tulamben Dilarikan ke RSUD Karangasem

Bagian Empat : “Karangasem The Spirit of Bali,” Tenun Tradisional Sidemen Spirit Karya Leluhur

Bahkan, menurut cerita, salak tumbuh di Sibetan sejak ratusan tahun lalu. Salak adalah tumbuhan yang dimiliki Jero Dukuh Sakti, leluhur di desa ini.

Sejak tahun 1920-an, salak semakin banyak ditanam oleh warga Sibetan, selain padi.

Dari pendataan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Karangasem tahun 2014, jumlah tanaman salak di kabupaten itu lebih dari 8,3 juta pohon.

Daerah sentra salak terdapat di enam kecamatan, termasuk Kecamatan Bebandem. Dalam musim panen, setiap pohon salak mampu menghasilkan sekitar 4 kilogram (kg) buah salak.
Sedangkan berdasarkan kutipan berbagai sumber, untuk menghasilkan 1 liter wine salak, pabrik memerlukan sekitar 4 kg salak kupas.

Khusus pembuatan wine salak membutuhkan waktu minimal tiga bulan.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular