Suasana di pantai Labuhan Amuk, Desa Antiga, saat banyu pinaruh.
Suasana di pantai Labuhan Amuk, Desa Antiga, saat banyu pinaruh.
sewa motor matic murah dibali

MANGGIS, Balipuspanews.com- Banyu Pinaruh dirayakan sehari setelah Rahina Saraswati. Banyu pinaruh merupakan titik awal periode wuku di Bali, sehingga menurut ajaran Hindu akan sangat baik jika sebelum kita mengawali suatu periode yang baru dan sebelum kita mengisi diri dengan pengetahuan, alangkah baiknya kita membersikan diri terlebih dahulu.

Berdasarkan asal katanya Banyu pinaruh berasal dari kata banyu yang artinya air (kehidupan), dan pinaruh yang berasal dari kata weruh atau pinih weruh. Weruh sendiri bermakna pengetahuan, sehingga dapat dikatakan banyu pinaruh adalah hari dimana kita memohon sumber air pengetahuan yang banyak orang dilaksanakan di pantai.

Dihari banyu pinaruh ini, tak sedikit orang melaksnakan ritual ini dengan datang ke pantai dengan menyucikan diri dipantai dengan membawa sarana upacara seadanya, misalnya canang, dan ada pula yang membwa pejati atau bungkak nyuh gading.

Tak sedikit juga perayaan banyu pinaruh dilakukan di pantai Labuhan Amuk, Desa Antiga, Kec. Manggis, Karangasem. Selain terkenal dengan pantai berpasir putih, dengan ombaknya yang tenang menjadi pilihan masyarakat Antiga untuk mandi atau membersihkan diri di pantai ini.

Tak hanya masyarakat Antiga saja yang memadati pantai Labuhan Amuk, masyarakat desa terdekat juga memilih pantai Labuhan Amuk untuk melaksanakan ritual ini. Ada dari Desa Gegelang, Desa Manggis.

Momentum banyu pinaruh juga tak hanya dengan mandi atau membersihkan diri saja, namun banyak juga memanfaatkan momen ini untuk berolahraga seperti bermain sepak bola.

Pantai Labuhan Amuk sejak pagi hari dipadati masyarakat yang ingin melaksanakan ritual banyu pinaruh. Baik kalangan muda, anak-anak, dan kalangan tua juga ikut melaksanakan ritual banyu pinaruh ini.

Salah seorang warga Antiga bernama Antini, (16) mengatakan memilih pantai Labuhan Amuk untuk banyu pinaruh adalah karena pantainya bersih dan indah. ” saat ini saya mengajak adik dan kerabat,” jelasnya, Minggu (12/5).

Senada juga dikatakan Putra, (20) warga asal Desa Manggis, yang mengajak teman-temannya datang ke pantai Labuhan Amuk untuk bermain sepak bola. Selain juga melaksanakan ritual banyu pinaruh.

“Saya sudah sering bermain di pantai ini, selain karena ramai dikunjungi warga, ombaknya juga tenang. Disamping tempat bermainnya juga luas,”pungkasnya. (Bud/bpn/tim).

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here