Camat Abiansemal IGN Suryajaya dan Perbekel Bongkasa I Ketut Luki, menyerahkan piala dan piagam kepada para juara lomba saat penutupan Bongkasa Baja Festival Kamis (9/5) malam di Wantilan Pura Desa, Desa Bongkasa.
Camat Abiansemal IGN Suryajaya dan Perbekel Bongkasa I Ketut Luki, menyerahkan piala dan piagam kepada para juara lomba saat penutupan Bongkasa Baja Festival Kamis (9/5) malam di Wantilan Pura Desa, Desa Bongkasa.

ABIANSEMAL,  balipuspanews. com -Setelah berlangsung selama dua hari, Bongkasa Baja (Bapang Barong dan Jauk) Festival, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiasemal secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas Kebudayaan Badung yang diwakili Kasi Pementasan dan Penghargaan Seni I Made Warsika, SSN, didampingi Camat Abiansemal IGN Suryajaya dan Perbekel Bongkasa I Ketut Luki, Kamis (9/5) malam di Wantilan Pura Desa, Desa Bongkasa.

Bongkasa Baja Festival melombakan Bapang Barong, Tari Jauk dan Kendang Tunggal. Acara penutupan dirangkaikan dengan pengenalan Tari Maskot Desa Bongkasa yakni “Gangga Pratista” serta Lagu Mars Desa Bongkasa. Hadir pula pada kesempatan tersebut, Bendesa Adat Bongkasa dan Kutaraga, Penglingsur Puri dan Penglingsir Griya Bongkasa.

sewa motor matic murah dibali

Perbekel Bongkasa I Ketut Luki didampingi Ketua Panitia I Nyoman Muliana menyampaikan, Bongkasa Baja Festival bertujuan menggali potensi seni dari masyarakat Bongkasa khususnya kreativitas generasi muda, sehingga apa yang menjadi warisan leluhur baik itu bapang barong dan tari jauk tetap dapat dilestarikan di Desa Bongkasa. Untuk diketahui Desa Bongkasa memiliki tokoh-tokoh seni yang telah turun temurun. Kesenian barong dan jauk di Desa Bongkasa telah diakui dunia dengan diberikan sertifikat oleh Menteri Pariwisata yang dihadiri UNESCO. Kedepan kegiatan Bongkasa Baja Festival sebagai salah satu kegiatan dari Bulan Bakti Gotong-Royong ini dapat dilaksanakan berkelanjutan.

Dengan harapan khususnya generasi muda terhindar dari pergaulan bebas, pengaruh narkoba maupun HIV/Aids, sehingga Bongkasa sebagai desa seni yang aman, damai, masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

Camat Abiansemal IGN Suryajaya merasa bangga, dimana Desa Bongkasa sudah mampu melaksanakan kegiatan seni seperti ini. Ini membuktikan Bongkasa sudah dapat mendukung program Pemkab Badung dibidang seni, adat dan budaya. Kegiatan ini patut dilestarikan dan dilanjutkan di tahun kedepan, terlebih lagi Bongkasa sudah menjadi tujuan pariwisata. Dengan mampu melestarikan adat, seni dan budaya, diyakini kegiatan pariwisata di Bongkasa akan semakin meningkat.

Kasi Pementasan dan Penghargaan Seni I Made Warsika sangat mengapresiasi kegiatan Bongkasa Baja Festival. Kegiatan ini sangat sejalan dengan prioritas program Pemkab Badung salah satunya melestarikan seni, adat, agama dan budaya. Diharapkan, kegiatan ini tidak berhenti sampai disini, namun dapat kesinambungan, dengan peserta tidak hanya di Desa Bongkasa saja, namun dari kecamatan Abiansemal, Badung hingga Provinsi Bali.

Diakhir acara diserahkan, piala dan piagam kepada para juara lomba Bapang Barong, Jauk dan Kendang Tunggal. Diserahkan pula penghargaan kepada juara lomba Banjar bersih bebas sampah plastik.

Tinggalkan Komentar...