Bupati Mas Sumatri ikut menari rejang renteng serangkian piodalan di Padmasana Pemkab Karangasem
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – Upacara piodalan di Pura Padmasana kantor bupati Karangasem saat Purnama Karo Jumat ( 27/7) 2018 berlangsung istimewa. Bupati Karangasem Gusti Ayu Mas Sumatri ikut menarikan tarian rejang renteng bersama ratusan pegawai dilingkungan Pemkab Karangasem.

“Ada lebih dari 300 orang yang ikut menari Rejang Renteng, ini semua spontanitas. Belajarpun dirumah masing masing,” kata Bupati Mas Sumatri.

Diakuinya, dalam menarikan Tarian Rejang Renteng tersebut, Bupati Mas Sumatri tidak belajar secara khusus, bupati  kepiawaiannya menarikan tarian tersebut diperolehnya dengan cara hanya melihat teman yang sedang menari lalu mencoba menarikannya.

Baca Juga: Ritual “Nebes” Tapel Barong dan Rangda Sukaluwih Diwarnai Kesurupan para…

“Dengam kemauan keras, tekun dan iklas, yakin senyum jadi menawan dan percaya diri,” tuturnya.

Tidak hanya Tarian Rejang Renteng, tarian Rejang Dewa dan Topeng Sidakarya juga turut dipentaskan, bahkan sebelum upacara persembahyangan itu dimulai, Ida Pandita Mpu Acarya Nanda secara ekslusif memberika dharma wacana kepada  pegawai dan OPD yang hadir dalam upacara piodalan tersebut.

Dalam dharma wacananya, Mpu Acarya Nanda mengupas tema “Hakekat Pelaksanaan Yadnya dan Persembahyangan”.  Sulinggih asal Lebih Gianyar itu memaparkan, bahwa pada hakekatnya yadnya yang utama bukanlah banten yang besar, melainkan seberapa jauh umat dalam memaknai yadnya tersebut.

‘’Dalam mantra subacita disebutkan, sembahyang adalah benar-benar menyerahkan diri kepada Tuhan. Ketika tubuhmu kau jadikan yadnya saat itu atmanmu tersucikan,’’ kata Mpu Acarya memberi pencerahan dalam materinya.

Selain itu, pengetahuan spiritual mesti diimplementasikan dalam kehidupan sehari – hari sehingga jajaran pegawai di lingkungan Pemkab Karangasem bisa mensyukuri apapun yang telah diperoleh. Mpu Acarya mengingatkan agar semuanya menghindari keinginan yang berlebih karena itu akan menyengsarakan serta mengganggu tugas dan kinerja sebagai aparatur pemerintahan.

Sementara itu, Piodalan di Padmasana Kantor Bupati ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Oka Kemenuh dari Gria Sudikaton Kemenuh Karangasem bersama Ida Pedanda istri Anom Bawana dari Geria Jelantik Budakeling. ( igs/bas)

 

Tinggalkan Komentar...