DENPASAR, balipuspanews.com – Guna lebih mengefisiensikan penggunaan ruang isolasi di rumah sakit rujukan, Pemkot Denpasar siapkan dua hotel untuk karantina pasien positif Covid-19.
Nantinya, hotel ini akan digunakan untuk mengkarantina pasien positif yang bergejala ringan hingga tidak bergejala (OTG).
Hingga saat ini telah tersedia satu hotel dengan kapasitas 100 kamar.
Demikian yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat diwawancarai di ruangannya, Rabu (30/9/2020).
“Sekarang masih proses mencari satu hotel lagi dengan kapasitas 100 kamar. Sehingga kami siapkan 200 kamar untuk karantina,” ungkap Dewa Rai.
Dengan disiapkannya dua hotel ini maka pasien yang tidak bergejala ataupun bergejala ringan menjadi lebih aman dan dapat memutus penularan karena tak menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Selain itu, penanganan di rumah sakit juga bisa fokus untuk menangani pasien yang bergejala sedang hingga berat.
“Rumah sakit kan diprioritaskan untuk yang memiliki penyakit bawaan atau bergejala berat sampai sedang yang memang membutuhkan penanganan medis,” ujarnya.
Terkait anggaran yang digunakan, pihaknya menyebutkan, berasal dari APBN yang disalurkan melalui BNPB.
“Kami hanya membantu memfasilitasi, nanti untuk pembiayaan akan ditangani oleh BNPB menggunakan dana APBN,” kata Dewa Rai.
Untuk meningkatkan pelayanan di hotel bagi pasien yang menjalani karantina, pihaknya juga akan memberikan pelatihan bagi staf hotel.
Termasuk akan melengkapi staf hotel dengan APD.
“Disana juga disediakan tim medis untuk mengawasi. Selain itu, juga diberikan training kepada staf hotel sehingga mereka nyaman memberikan pelayanan termasuk membersihkan hotel dan mengantarkan makanan bagi yang menjalani isolasi,” jelasnya.
Disinggung tentang ketersediaan ruang perawatan Covid-19 di RSUD Wangaya, menurut Dewa Rai masih mencukupi.
Ia mengatakan, tingkat keterpakaian 80 hingga 90 persen.
“Kami sudah sempat cek ke Wangaya, untuk tingkat keterpakaiannya 80 sampai 90 persen,” imbuhnya.
Penulis : Ni Kadek Rika Riyanti
Editor : Oka Suryawan



