Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Ketua DPRD Provinsi Bali N.Adi Wiryatama beserta keluarga, menggunakan hak pilihnya di TPS 15
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Ketua DPRD Provinsi Bali N.Adi Wiryatama beserta keluarga, menggunakan hak pilihnya di TPS 15
sewa motor matic murah dibali

BATURITI, balipuspanews.com – Dalam semarak Pemilu Serentak 2019 ini, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Ketua DPRD Provinsi Bali N.Adi Wiryatama beserta keluarga, menggunakan hak pilihnya di TPS 15, Banjar Tegeh, Desa Angseri, Baturiti, Rabu, (17/4) pagi yang bertempat di SD N 2 Angseri.

Menggunakan kebaya putih dipadukan dengan kain hitam, Bupati yang akrab disapa Eka tersebut terlihat sangat antusias melakukan pemilihan. Meskipun sebagai seorang Bupati, Dirinya beserta keluarga terlihat ikut antri di TPS tersebut bersama dengan warga sekitar atau pemilih lainnya.

Ditemui oleh awak media, baik media online maupun media massa yang tengah menunggu saat usai pencoblosan, Bupati Eka mengatakan, pesta demokrasi ini harus disukseskan oleh seluruh masyarakat karena akan menentukan siapa pemimpin kita nanti kedepannya.

“Disini adalah pesta demokrasi yang memang harus disukseskan oleh seluruh masyarakat, maka Saya bilang jangan sampai tidak menggunakan hak pilihnya karena kita juga menentukan nasib bangsa dan menentukan siapa pemimpin-pemimpin kita kedepannya,” ucap Bupati Eka.

Masalah kalah menang di dalam Pemilu ini, Bupati Tabanan 2 periode tersebut mengatakan itu hal yang biasa. Dirinya berharap agar semua calon-calon pemimpin yang ikut dalam Pemilu Serentak ini bisa menerima kegagalan dan menjaga suasana agar tetap aman dan kondusif.

“Kalah menang itu biasa. Yang Saya harapkan calon pemimpin yang suaranya tidak sesuai dengan yang diharapkan jangan berpikir bahwa hidup disitu saja. Kita harus menerima suatu kegagalan karena itu adalah sebuah konsekuensi. Dan yang paling penting, tetap jaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan kita masing-masing,” jelasnya.

Bupati Eka juga menekankan bahwa ada banyak faktor yang menentukan kita jadi atau tidaknya menjadi seorang pemimpin, salah satunnya disebutkan oleh Bupati Eka adalah faktor Garis Tangan. Dijelaskannya bahwa jangan pernah memaksakan diri agar bisa menjadi seorang pemimpin karena hasilnya tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Disamping kita berjuang, disamping kita berdoa, semua itu juga tergantung pada garis tangan kita. Kalau sekarang garis tangan kita belum memenuhi kriteria, ya jangan memaksakan diri, dan jangan pernah berhenti berjuang. Karena berjuang itu tidak hanya di Partai saja, tidak hanya di Politik saja. Yang paling penting kita berjuang di masyarakat, di keluarga untuk menciptakan nasib kita yang lebih baik lagi kedepannya,” imbuhnya.

Dirinya berpesan agar siapapun nantinya yang menang dalam Pemilu Serentak ini jangan terlalu menunjukan euporia yang berlebih. Justru semangat kemenangan itu harus dituangkan dalam pemikiran dan tindakan untuk Rakyat yang nantinya pasti akan menuntut janji, dan janji itupun harus dipenuhi.

“Bagi yang menang nantinya, jangan menunjukan euporia yang berlebih, jangan merasa diri yang paling hebat. Ini justru merupakan sebuah pesan, setelah kita menang kita mempunyai banyak tugas, banyak beban untuk kita, karena kita akan dituntut janji oleh rakyat yang harus kita penuhi,” sambung Bupati Eka. (rls/bpn/tim)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here