Singaraja, balipuspanews.com – Hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah Buleleng pada Selasa (13/6) mengakibatkan atap rumah milik Gede Kartika ambruk.
Informasi dihimpun, kejadian ambruknya atap rumah milik Kartika berawal dari hujan yang beberapa hari mengguyur Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
Menurut Gede Kartika (54), sebelum bangunan tua ambruk sekitar pukul 19.30 wita desanya diguyur hujan dari pagi hari.
“Malam itu, hujan rintik-rintik. Saya sedang ngobrol dengan ibu di rumah adik yang letaknya tepat bersebelahan. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh, dan seketika itu juga atap rumah runtuh,” kata Kartika ditemui Rabu (14/6) pagi.
Kondisi rumah, sambung Kartika sudah memprihatinkan. Kayu rumah sudah keropos. Ia mengaku, belum dapat memperbaiki lantaran terbentur masalah biaya.
“Kondisi kayu atap rumah sudah keropos, karena bangunan tergolong sudah tua, rumah warisan dari turun temurun. Memek (ibu) biasanya tidur disana. Rumah ini memiliki tiga kamar, kalau ukuran bangunannya 9 x 6 meter,” terangnya.
Setelah musibah, lanjut Kartika pukul 19.45 wita warga sekitar langsung membantu mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam kejadian ini.
“Motor shogun milik menantu saya tertimpa runtuhan atap seng dan balok kayu. Sekeluarga sekarang tidur di sebelah, rumah itu milik adik, namanya Ketut Arya Sukerta kerja di Cirebon, Jawa Barat,” ungkapnya.
Akibat musibah tersebut, Kartika mengalami kerugian mencapai Rp 30 juta.
Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) Kelod Kauh Nyoman Marsajaya saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ambruknya atap rumah warganya.
“Kejadianya itu pada Selasa (13/6) sekitar pukul 19.30 wita. Sudah dilaporkan secara lisan kemarin ke BPBD Buleleng. Kalau laporan tertulisnya baru dikirim hari ini,” kata Marsajaya.
Marsajaya menambahkan warga berencana akan mengadakan gotong-royong untuk membantu perbaikan rumah Kartika.
“Kartika termasuk warga kategori miskin, dan sehari-hari bekerja serabutan dengan tanggungan anak semua masih sekolah,” tutupnya.



