Minggu, Juli 21, 2024
BerandaLifestyleKesehatanFenomena Baby Blues Pasca Ibu Melahirkan

Fenomena Baby Blues Pasca Ibu Melahirkan

JAKARTA, balipuspanews.com – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) menyoroti banyaknya fenomena di masyarakat akan baby blues pasca ibu melahirkan. Berangkat dari pengetahuan calon orang tua yang masih minim mengenai proses kehamilan sampai pasca melahirkan, dinilai menjadi faktor penyebabnya.

Kepala BKKBN yang dalam hal ini diwakili oleh Deputi bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK), Nopian Andusti, SE, MT, membuka Kelas Orang tua Hebat (KERABAT) Tahun 2024 Seri 1 yang diselenggarakan melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara daring di kanal Youtube BKKBN Official, Senin (29/01/2024).

Mengusung tema “Yuk Kenali dan Cegah Baby Blues”, kelas yang dihadiri ribuan peserta tersebut mengakomodir kebutuhan para orangtua maupun para pengelola kader Bina Keluarga Balita (BKB) dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan mengenai baby blues dan pencegahannya.

Dokter Hasto menyampaikan sebanyak 57 persen ibu di Indonesia mengalami gejala baby blues. “Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara ketiga  tertinggi di Asia dengan risiko baby blues terbesar,” ungkapnya.

BACA :  Polres Jembrana Raih Kompolnas Awards

Dokter Hasto memaparkan definisi baby blues sebagai keadaan depresi yang bersifat sementara dan biasa dialami oleh kebanyakan ibu yang melalui proses melahirkan karena adanya perubahan hormon.

“Adanya penurunan hormon tertentu dalam jumlah yang banyak secara tiba-tiba akan menurunkan stamina ibu pasca melahirkan. Konflik batin atas kemampuan seorang perempuan yang baru menjadi ibu mengakibatkan rasa cemas berlebih atas penerimaan dan penolakan terhadap peran baru yang dapat mengakibatkan seorang ibu mengalami baby blues syndrome,” tutur dokter Hasto.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular