Sabtu, Juli 13, 2024
BerandaDenpasarGerindra Usulkan Prioritaskan Kebutuhan Sandang, Pangan, Papan, Kesehatan, dan Pendidikan Dalam RAPBD...

Gerindra Usulkan Prioritaskan Kebutuhan Sandang, Pangan, Papan, Kesehatan, dan Pendidikan Dalam RAPBD 2022

DENPASAR, balipuspanews.com-Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali berharap kepada Pemerintah Provinsi agar memprioritaskan memenuhi kebutuhan masyarakat pada kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan masyarakat dalam RAPBD

Semesta Berencana Tahun Anggaran 2022.

Hal tersebut disampaikan I Kade Darma Susila, SH, dalam pandangan Fraksi Gerindra Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda tentang APBD Semesta Berencana TA 2022 di Ruang Sidang Utama kantor DPRD Provins Bali, Senin (11/10/2021).

Darma Susila menyampaikan, Gerindra mamahami, kendati RAPBD
dirancang turun sebesar 1,8 Triliun lebih atau (30,11%) dibandingkan dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2021. Namun, lima kebutuhan mendasar masyarakat wajib menjadi prioritas.

Mengingat pandemi Covid-19 yang saat ini dirasakan dampaknya di
seluruh dunia, begitu juga Provinsi Bali yang berakibat terhadap
kondisi perekonomian Bali yang sumber Pertumbuhan ekonomi
dari sektor Pariwisata yang sebelumnya selalu surplus sekarang
terjun bebas menjadi minus, banyak masyarakat kehilangan pekerjaan yang berakibat terhadap turunnya daya beli masyarakat.

BACA :  Akibat Korsleting Listrik, Gudang Bali VIP Dekor Terbakar

Disamping itu penggunaan belanja daerah untuk membiayai program dan kegiatan yang bersifat prioritas, dimana pelaksanaannya dilakukan secara efektif dan efisien.

Sehubungan dengan hal tersebut, perlu disusun skala prioritas program dan kegiatan yang diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah, sehingga antara proses perencanaan dan penganggaran dapat berjalan secara sinergis untuk mewujudkan tujuan pembangunan.

Walaupun saat ini pandemi Covid-19 mengalami penurunan secara
nasional begitu juga di Bali, namun jangan sampai lengah, dan senantiasa tetap menerapkan protokol kesehatan, agar jangan sampai terjadi lagi gelombang pandemi berikutnya.

“Jika situasi saat ini mampu dijaga bersama, tentu kita yakini kondisi perekonomian akan kembali membaik, sehingga kita berharap perekonomian Bali terutama dari sektor Pariwisata mengalami akselerasi atau pertumbuhan positif,” jelasnya.

Hal ini, lanjut Darma Susila, tentu akan memberikan pengaruh signifikan terhadap capaian target pertumbuhan ekonomi serta PAD Provinsi Bali guna menunjang peningkatan program pemerintah provinsi didalam kebijakan program-program terhadap kesejahtraan masyarakat Bali.

“Pariwisata sebelum masa pandemi Covid-19 merupakan sumber pendapat Ekonomi yang signifikan bagi Bali sehingga kita menyadari kecendrungan generasi mayarakat di Bali meninggalkan Pertanian sebagai second line perekonomian kita,” sambungnya.

BACA :  Keren, Siswa Asal Buleleng Tembus Jadi Paskibraka Nasional, Ini Pesan Pj Bupati

Karenanya, fraksi Gerindra meminta kepada Gubernur agar dapat meningkatkan anggaran pertaian dapat di tingkatkan dari 2 persen menjadi maksimal 5 persen dari APBD guna meperkuat ekonomi Bali manakala sektor Pariwisata belum bisa diandalakan saat situasi pandemi Covid-19 ini belum berakhir.

“Saudara Gubernur yang saya hormati, Kami memahami, Pendapatan Transfer TA 2022 mengalami penurunan senilai 1,4 T. Penurunan Pendapatan Transfer bukan hanya terjadi pada Provinsi Bali, tetapi ini juga terjadi pada Provinsi lainnya di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Namun, masih kata Darma Susila, Bali adalah Provinsi yang paling sistemik terdampak Covid-19, untuk itu dapat kiranya Gubernur melakukan lobby- lobby kepada pemerintah pusat, agar Pendapatan Transfer tidak diturunkan secara signifikan karena Bali selama ini merupakan penyumbang Devisa terbesar untuk Negara dan Bali.

Dimana saat ini Bali merupakan provinsi paling rendah PAD nya, No 34 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia dikarenakan Bali tidak mempunyai Sumber Daya Alam yang dapat di manfaatkan sebagai sumber PAD selain Pariwisata Budaya Bali.

BACA :  Misterius, Kayu Ratusan Tahun Membelah Sungai Perbatasan Karangasem - Bangli Dipercaya Sebagai Taru Pancer Jagat

Tak hanya itu, Gerindra juga mengusulkan kepada Gubernur agar bisa mengalokasikan program kegiatan Drainase jalan Provinsi yang terletak di Desa Pengambengan dengan jarak kurang lebih 900 meter untuk dapat dianggarkan pada APBD 2022.

Hal ini karena Pemerintah Kabupaten Jembrana pada RAPBD 2022 juga telah memasang anggaran untuk menanggulagi persoalan banjir di setiap terjadi hujan, sehingga program kegiatan antara Kabupaten dan Provinsi bisa lebih efektif dan tepat guna.

“Desa Pengambengan merupakan kawasan strategis ekonomi nasional dan telah di tetapkan oleh pusat sebagai Kota Minapolitan, harapan kami sekiranya yang terhormat saudara Gubernur dapat menyetujui program tersebut,” pungkasnya.

Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan

 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular