Ketua PHDI Bali, Prof Dr. Drs I Gusti Ngurah Sudiana, Msi
Ketua PHDI Bali, Prof Dr. Drs I Gusti Ngurah Sudiana, Msi

DENPASAR, balipuspanews.com – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI ) Bali menyayangkan konflik di India dikaitkan dengan urusan agama.

“Kami sangat prihatin dan menuangkan kalau konflik di India dikaitkan konflik antar agama padahal itu urusan negara,” kata
Ketua PHDI Bali, Prof Dr. Drs I Gusti Ngurah Sudiana, Msi memberikan keterangan resmi di Kantor Parisada Hindu Dharma Bali, Kamis (5/3/2020).

Pada prinsipnya, Umat Hindu di Bali mendoakan agar persoalan di India segera selesai.

Namun, Sudiana menegaskan jangan mengait kaitkan masalah di India dengan Indonesia.

“Tak ada kaitannya, kita beda negara,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya minta tersebut tak dikaitkan dengan agama sehingga menumbuhkan kesalahpahaman diantara umat di Indonesia yang sudah rukun dan damai.

PHDI juga menyayangkan dalam kejadian itu mendiskreditkan salah satu agama dan mengatakan ituyang benar dan ini yang salah, padahal tak mengetahui persoalan yang sebenarnya.

“Mohon dengan sangat persaudaran kita pupuk dengan baik di Indonesia dan Bali pada khusus nya tidak terimbas dengan persoaoan dari negara lain,” ujarnya.

Bahkan Sudiana mengingatkan jangan minum arak di India tapi mabuk di Indonesia.

“Dengan tulus kami mengharapkan jangan sampai kerukunan kita terusik dari masalah yang tidak kita ketahui masalahnya,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya puluhan orang tewas dan ratusan terluka akibat bentrokan antara umat Hindu dan umat Muslim di timur Ibu Kota New Delhi, India, Selasa (25/2).

Kerusuhan tersebut berawal dari aksi demonstrasi menentang Undang-Undang Kewarganegaraan yang mengizinkan India memberi status kewarganegaraan terhadap imigran yang menerima persekusi di negara asalnya seperti Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan.

Namun, UU itu hanya berlaku bagi imigran pemeluk agama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Muslim. (Art/BPN/tim)